Breaking News:

Berita Belitung

Tips Melakukan Penanaman Holtikultura di Musim Hujan

Musim hujan sekarang ini mulai terjadi di Kabupaten Belitung hampir setiap hari. Kondisi tersebut, tentu sangat berpengaruh dengan pertanian

facebook Yant Yanto Haryanto
Sayuran segar di perkebunan agrowisata Komunitas Aik Pok Bersatu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Musim hujan sekarang ini mulai terjadi di Kabupaten Belitung hampir setiap hari. Kondisi tersebut, tentu sangat berpengaruh dengan pertanian. Tidak terkecuali tanaman holtikultura yang ditanam di atas hamparan lahan.

Apabila terkena hujan, tanaman holtikultura itu bisa membuat tanaman tersebut menjadi busuk. Solusinya, bagian atas tanaman itu, harus ditutupi dengan plastik. Sehingga tanaman tersebut tidak menerima langsung air hujan yang turun.

"Karena kalau terkena hujan, terutama di malam hari itu sangat tidak baik untuk tanaman. Solusi nya pagi harinya tanaman itu harus di siram lagi dengan air, agar kondisi nya menjadi sehat," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung Destika Effenly kepada Posbelitung.co, Senin (28/9/2020).

Dia mengatakan, apabila media tanam itu berbentuk lajur, maka di harus ditinggikan kembali. Yang awalnya hanya memiliki ketinggian 10 sentimeter (cm), harus ditingkatkan menjadi 20 cm.

"Itu agar tidak hanyut tanaman nya apabila tergerus air hujan. Tentu kalau saat musim perubahan seperti ini (dari kemarau ke hujan), yang harus ekstra melakukan pengawasan terhadap hama," ucapnya.

Menurutnya, untuk serangan hama di musim hujan tentu sangat tinggi dan biasa tumbuh jamur di seputaran area tanaman tersebut.

"Tapi untuk mengatasi ini, kami sudah antisipasi bagaimana mengatasinya, dengan cara memberikan pelatihan kepada petani, dan ada beberapa rekomendasi untuk penanganannya sudah kami berikan kepada petani,"  ungkap Destika.

Petani di Desa Gantung menanam bibit padi di lahan sawahnya. (25/1/2020)
Petani di Desa Gantung menanam bibit padi di lahan sawahnya. (25/1/2020) (istimewa)

Antisipasi Musim Hujan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung Destika Effenly mengingat masyarakat untuk melakukan antisipasi terhadap lahan pertanian sawah, lantaran sudah memasuki musim hujan.

Musim hujan tersebut, biasa terjadi antara bulan Oktober2020 hingga Maret 2021. Biasa petani sawah memberi nama musim tanam ini adalah, musim Okmar, yang harus di antisipasi oleh petani padi mulai sekarang yaitu pembersih saluran air.

"Itu yang harus dibersihkan, jangan sampai nanti saluran air menjadi buntu (tersumbat), kalau terjadi seperti itu, padi yang sekarang masih kecil akan terendam air dan banjir," ungkap Destika kepada Posbelitung.co, Senin (28/9/2020).

Apalagi, khusus untuk di Belitung sebagian kondisi air di persawahan, sangat bergantung dengan pasang suru air laut. Itu harus betul - betul di lakukan pengontrolan dengan maksimal, agar tidak mengalami kebanjiran.

"Seperti di persawahan di Cerucuk, Kembiri, Membalong, itu kalau air pasang dan hujan turun, harus di antisipasi adalah kebajiran. Soalnya kalau sudah terlalu parah terendam air atau terjadi banjir, maka kemungkinan akan terjadi gagal panen," ucapnya.

Gagal panen itu, faktornya, apabila padi itu masih berusia sangat muda, maka akan hancur terbawa oleh air dan bisa pula membuat tanaman padi itu menjadi mati.

"Kemudian, kalau di musim hujan ini harus di antisipasi juga hama penyakit, karena terjadi perubahan cuaca tadi, maka akan cepat memunculkan jamur," kata Destika. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved