Breaking News:

BPS Perbaharui KBLI di 2020, Akomodir Perkembangan Lapangan Usaha

Penyusunan KBLI oleh BPS juga berdasarkan pada konsep definisi, prinsip dan tata cara pengklasifikasian yang telah disepakati secara internasional.

KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto saat memaparkan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2019 di Jakarta, Selasa (5/11/2019). 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan sosialisasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020 sebagai perwujudan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi referensi lapangan usaha satu data Indonesia.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, berdasarkan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, ada empat prinsip yang harus dijadikan acuan dalam penyusunan KBLI 2020. Yakni standar data, meta data, kode referensi dan interoperabilitas data.

Maka itu, segala data yang dihasilkan harus merujuk pada penggunaan kode referensi yang sama. Salah satu yang menjadi kode referensi tersebut adalah klasifikasi statistik.

"Klasifikasi statistik ini merupakan acuan standar yang digunakan sebagai alat koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dalam penyelenggaraan statistik," jelas Suhariyanto dalam konferensi secara daring, Selasa (29/9).

Untuk dapat mengklasifikasikan seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia ke dalam lapangan usaha, BPS telah menyusun KBLI yang menyediakan struktur pengklasifikasian yang konsisten dan saling berhubungan.

Penyusunan KBLI oleh BPS juga berdasarkan pada konsep definisi, prinsip dan tata cara pengklasifikasian yang telah disepakati secara internasional.

Suhariyanto menjelaskan, KBLI yang sebelumnya dimiliki Indonesia adalah KBLI 2015. Sehingga, dalam jangka waktu lima tahun KBLI perlu diperbaharui seiring dengan perkembangan global bergerak semakin cepat.

"Tuntutan dan permintaan lapangan kerja juga berubah seiring dengan perkembangan jaman. Terlebih di era revolusi industri 4.0 saat ini keterlibatan teknologi mampu meniadakan beberapa jenis Pekerjaan," kata Suhariyanto.

Tuntutan lapangan pekerjaan yang berubah dengan adanya berbagai teknologi dan digitalisasi juga menimbulkan pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya tidak ada menjadi ada maupun sebaliknya. Misalnya saja Youtuber, pekerjaan ini seolah menjadi market baru bagi para generasi milenial.

Sehingga, penyesuaian klasifikasi lapangan usaha dianggap menjadi sebuah keharusan apalagi KBLI saat ini tak hanya digunakan untuk kebutuhan statistik melainkan juga untuk kebutuhan perizinan berusaha dan investasi.

BPS terus berupaya menyempurnakan KBLI yang dilakukan terhadap cakupan jenis lapangan usaha, regulasi serta harmonisasi konsep dan definisi statistik setidaknya lima tahun sekali.

"Sehingga ke depan pembaharuan KBLI ini dapat mengakomodir perkembangan lapangan usaha baru yang terjadi di Indonesia," imbuh Suhariyanto. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Akomodir perkembangan lapangan usaha, BPS perbaharui KBLI di 2020"

Editor: Tedja Pramana
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved