Breaking News:

Berita Belitung

Aktivitas Karaoke Aloha Bahamas Diprotes Warga

Hampir setiap malam terdengar ingar bingar dan warga sempat menemukan aktivitas karaoke tersebut hingga pukul 05.00 WIB subuh.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Dedi Qurniawan
orientaldaily.com.m
Ilustrasi tempat karaoke. 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Tempat karaoke bernama Aloha Bahamas di Jalan Raya Tanjung Kelayang, Desa Air Saga, Tanjungpandan, Rabu (30/9) diprotes oleh warga setempat.

Warga menilai tempat karaoke sering mengganggu waktu istirahat masyarakat setempat.

Hampir setiap malam terdengar ingar bingar dan warga sempat menemukan aktivitas karaoke tersebut hingga pukul 05.00 WIB subuh.

Apalagi di masa pandemi covid-19 , tempat karaoke itu dinilai tidak mengikuti protokol kesehatan.

"Kami sangat terganggu dengan adanya tempat karaoke ini, karena aktivitas tempat itu sudah melampaui batas. Sempat kami temukan sampai jam 5 pagi, dan ini sangat mengganggu kami," ungkap warga setempat Anwar Ma'aruf kepada Pos Belitung, rabu (30/9/2020).

Ia mengatakan, sekarang ini warga setempat sudah melakukan pengumpulan tanda tangan untuk penolakan atas tempat karaoke tersebut. Lantaran sudah menganggu ketenangan dan aktivitas masyarakat setempat.

"Apalagi, kami sering menemukan setelah karaoke dan keluar dari tempat itu, berkelahi, ini tentu membuat kampung kami menjadi tidak aman. Kejadian seperti itu, bukan baru satu dua kali, tapi sering juga, dan dampak kepada kampung kami sangat tidak baik," ucapnya.

Mantan Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung itu, meminta Pemerintah Kabupaten Belitung untuk mengambil langkah dan tindakan tegas terhadap tempat karaoke ini.

"Kami minta ada tindakan tegas lah, apalagi ini masa pandemi covid-19, tidak boleh mengumpulkan orang ramai - ramai. Ini malah mengumpulkan orang ramai - ramai, harus ditindak perihal seperti itu," jelasnya.

Terpisah, Manager Aloha Bahamas Ricky Eris mengatakan, aktivitas karaoke tersebut dimulai dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.

Namun, ia menepis tudingan jika disebut sering terjadi keributan di sana.

"Kalau sering keributan saya belum di sini, jadi saya tidak bisa ngomong dan untuk keributan itu sekitar tahun lalu," kata Ricky kepada Pos Belitung.

Disinggung mengenai warga terganggu, ia mempertanyakan tentang definisi terganggu tersebut.

"Jadi kategori terganggu seperti apa kami kurang paham, yang jelas ingar bingar musik itu jam 3 sudah tidak ada lagi, sudah stop. Kalau jam 5 itu, hanya satu room untuk tiga orang, itu pun baru satu kali Sabtu-Minggu kemarin, setelah itu tidak pernah lagi," pungkasnya. (posbelitung.co / Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved