Berita Belitung Timur

Baguna PDIP Belitung Timur Lantik Kepengurusan Desa

Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kabupaten Belitung Timur telah menyelesaikan pembentukan struktur kepengurusan di 39 desa.

Editor: Dedi Qurniawan
istimewa
Ketua Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kabupaten Belitung Timur, Kamarudin Muten (Afa) memnyerahkan SK pelantikan pengurus Baguna Desa. Rabu (30/9/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Kabupaten Belitung Timur telah menyelesaikan pembentukan struktur kepengurusan di 39 desa se Kabupaten Beltim.

Sebelumnya Baguna Tingkat Kabupaten dan Kecamatan telah dilantik.

Sejak dua bulan dilantiknya Ketua Baguna, Kamarudin Muten (Afa) terus melakukan konsolidasi dan penguatan jejaring Baguna hingga ke tingkat paling bawah.

"Tanggal 28 September kita melantik seluruh pengurus Baguna tingkat Desa se Kecamatan Manggar, Damar dan Kelapa Kampit. Selanjutnya tanggal 29 kita melantik pengurus Kecamatan Gantung dan Simpang Renggiang dan terakhir tanggal 30 kita melantik pengurus Baguna Desa se Kecamatan Dendang dan Simpang Pesak," ujar Afa , Rabu (9/30/2020).

Sejak dilantik sebagai Ketua Baguna, Afa mengatakan dirinya memang fokus menyelesaikan kepengurusan hingga ke tingkat bawah.

"Secara hitungan, ada sebanyak 12 orang pengurus tingkat Kabupaten, 47 pengurus tingkat Kecamatan dan 117 pengurus tingkat Desa. Totalnya ada 178 orang yang siap bekerja," ujar Afa.

Dia berharap semua anggota selalu berdoa terhindar dari adanya Bencana, namun ditegaskanya bukan berarti Baguna tidak siap bekerja, tapi jauh lebih baik berdoa supaya tidak ada bencana lagi di Beltim.

"Agenda pertama seperti ada kecelakaan, musibah meninggal dunia atau warga sakit, kami siap bantu dan sudah berjalan," sebut Afa.

Afa menyatakan, pengurus Baguna masih akan ditambah dengan membentuk kader di tingkat dusun. Semuanya dimaksudkan agar sejauh apapun kejadian yang memerlukan kehadiran Baguna akan cepat ditanggapi.

"Kita juga ada agenda untuk kerjasama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Tagana dan Basarnas supaya anggota Baguna juga terlatih dan mampu tanggap bencana. Paling penting misi kemanusiaan," sebut Afa.

Afa menginginkan, setiap anggota Baguna punya sikap tanggap dan peduli ketika disekitarnya ada orang yang memerlukan bantuan. Menurutnya komitmen ini sengaja dibangun agar Baguna semakin dirasakan kehadirannya.

"Setiap anggota Baguna harus siap, satu kali 24 jam harus siap. Mereka sudah tahu namanya saja Badan Penanggulangan Bencana, jadi harus tanggap," tegasnya.

Soal proporsi kepengurusan Baguna, Afa menyatakan telah mengakomodir kesetaraan gender. Sebanyak 30 persen pengurus Baguna adalah perempuan dan sisanya laki-laki.

Paduannya juga merupakan keseimbangan antara milenial dan dewasa agar dapat saling mengisi. (posbelitung.co / Suharli/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved