Breaking News:

Mengenal Sejarah Kopi di Indonesia, Benih Kopi Arabika Dibawa Belanda untuk Ditanam di Pulau Jawa

Kopi dianggap jadi komoditas menguntungkan, daerah penanamannya semakin diperluas.

Editor: Novita
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi biji kopi 

Kawasan ini juga jadi wilayah awal perkebunan kopi di Jawa, yang bibit kopinya dibawa dari Sri Lanka.

Perkebunan kopi Indonesia makin luas

Selanjutnya pada 1706, tanaman kopi berhasil tumbuh dengan baik di beberapa wilayah di Jawa.

Untuk meneliti kualitasnya, Belanda mengirimkan benih kopi dari Ciliwung ke kebun botani di Amsterdam. Hasilnya, kopi tersebut berkualitas bagus.

Sementara benih kopi yang ada di Jardin des Plantes di Paris, dibawa oleh perwira angkatan laut Perancis ke Martinique, koloni Perancis di Karibia.

Semakin tersebarlah kopi Jawa tersebut di dunia. Perkebunan kopi di Indonesia pun semakin meluas.

Gubernur Jenderal Hindia Belanda Joan van Hoorn mulai mendistribusikan bibit kopi ke Batavia, Cirebon, kawasan Priangan, dan pesisir utara Jawa.

Tak sampai di situ, pada awal 1720-an, Belanda juga mengirimkan benih kopi Jawa ke Suriname.

Mereka ingin mengembangkan perkebunannya di sana. Dari kedua wilayah tersebut, benih kopi Jawa semakin tersebar ke Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Jejak kopi Jawa di Amerika Latin, menurut Prawoto, masih bisa dilihat hingga sekarang.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved