Breaking News:

Mengenal Sejarah Kopi di Indonesia, Benih Kopi Arabika Dibawa Belanda untuk Ditanam di Pulau Jawa

Kopi dianggap jadi komoditas menguntungkan, daerah penanamannya semakin diperluas.

Editor: Novita
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi biji kopi 

Terdapat tipika yang sama dengan yang berasal dari Jawa masa lampau di kebun kopi kawasan Amerika Latin.

Kopi Jawa terjangkit penyakit karat daun

Namun popularitas Java Coffee mulai surut pada 1880. Kala itu tanaman kopi diserang jamur Hemileia vastatrix atau disebut penyakit karat daun.

Pasalnya, jamur tersebut memakan daun membuatnya seperti berkarat hingga akhirnya tanaman kopi pun mati.

Karena serangan jamur tersebut, Jawa kehilangan potensi ekspor sekitar 120.000 ton kopi dan menyebabkan pasar kopi dunia panik.

Penyakit karat daun ini pertama kali ditemukan di Sri Lanka pada 1869. Penyakit ini terutama memusnahkan kopi arabika dari Sri Lanka hingga Timor termasuk Indonesia yang ditanam di bawah ketinggi 1 km dpl.

Sejak itu, Brasil dan Kolombia mulai menjadi eksportir kopi arabika terbesar hingga saat ini.

Belanda berusaha untuk menanggulanginya dengan menanam varian liberika untuk menggantikan tipika Jawa, tapi gagal.

Sampai akhirnya pada 1900, perusahaan perkebunan Soember Agoeng di Jawa Timur membeli 150 benih kopi varian robusta dari Pembibitan Hortikultura Kolonial di Brussels, Belgia.

Pembibitan Hortikultura Kolonial yang mengembangkan benih kopi robusta. Robusta sendiri merupakan jenis asal Kongo.

Ternyata, tanaman kopi robusta lebih tahan karat daun dan bisa selamat dari hama tersebut. Bahkan konon katanya nama robusta sendiri berasal dari kata ‘robust’ yang berarti kuat.

Sejak itu perlahan-lahan kopi robusta mulai menggantikan arabika di Indonesia hingga kini. Indonesia berhasil menjadi salah satu produsen kopi robusta terbesar di dunia sampai sekarang.

Secara perlahan popularitas kopi arabika juga mulai merangsek naik. Terutama dengan adanya budaya minum kopi yang erat di masyarakat Indonesia. Ditambah semakin banyaknya kedai kopi bertebaran hingga ke pelosok.

Dalam buku ‘Kopi’, disebut bahwa saat ini tanaman kopi arabika bisa dengan mudah ditemui di beberapa daerah penghasil kopi.

Daerah tersebut seperti dataran tinggi Ijen, Tanah Tinggi Toraja, pegunungan Bukit Barisan, Mandailing, Lintong, Sidikalang, dan Gayo.

Kopi arabika tersebut diproduksi khusus menjadi kopi specialty yang punya nilai ekonomis sangat tinggi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Sejarah Masuknya Kopi di Indonesia, Belanda Bawa Benih Arabika ke Jawa

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved