Breaking News:

Berita Belitung

Program Lumbung Pangan Kementerian Pertahanan, Untuk Belitung Sudah Siapkan 200 Hektar Lahan

Kementerian Pertahanan (Kemhan) meminta Belitung mempersiapkan 30.000 hektar lahan untuk mendukung program pembangunan food estate

Penulis: Disa Aryandi | Editor: nurhayati
Dok. Kementerian Pertanian RI
Ilustrasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Kementerian Pertahanan (Kemhan) meminta Belitung mempersiapkan 30.000 hektar lahan untuk mendukung program pembangunan food estate alias lumbung pangan.

Namun hingga sekarang, Belitung baru mendapati lahan 200 hektar untuk program tersebut, dan saat ini sedang dilakukan pembahasan.

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) mengatakan, untuk lahan 200 hektar itu berada di perbatasan Dusun Aik Kalak, dan Dusun Kacang Butor, Kecamatan Badau. Status lahan tersebut adalah, tanah negara bebas.

"Kami sekarang ini sedang dalam tahapan membahas lahan itu, karena ini juga tidak terlepas dari menggerakkan masyarakat, tapi untuk sekarang Belitung sudah dapat 200 hektar, dan itu sebagai tahap awal," ungkap Sanem kepada posbelitung.co, Sabtu (3/10/2020).

Rencana, kata Sanem, untuk lahan tersebut akan dibuat seperti kawasan pertanian secara keseluruhan. Namun untuk kapan penggarapan terhadap lahan tersebut, saat ini Pemerintah Kabupaten sedang dalam koordinasi kembali kepada kementerian pertahanan.

"Sebetulnya tahun ini sudah digarap, hanya saja terkendala covid-19, jadi kemungkinan tahun depan. Tapi sambil berjalan, tim dari Kementerian akan melihat kultur tanah lahan itu, dan tanaman apa saja yang cocok untuk di tanam di atas lahan itu," jelas Sanem.

Sekarang ini, lanjut dia, program lumbung pangan itu, sedang dalam rangka persiapan. Kendati untuk tanaman apa yang rencana akan di tanam dilokasi itu, belum bisa di putuskan.

"Tapi yang jelas, ini sebagai project pilot, karena ketahanan pangan ini bukan hanya beras (padi) saja, tetapi banyak perihal seperti singkong, jagung, tapi kemungkinan singkong karena singkong ini bukan hanya bisa dimakan begitu saja, tapi bisa dikembangkan kelain seperti gandum," kata Sanem.

Untuk pengembangan kedepan, lanjut dia, bukan hanya lahan itu saja rencana akan dikembangkan sebagai lahan lumbung pangan ini, tetapi akan dikembangkan di atas lahan lainnya, seperti di kawasan Hutan Produksi (HP).

"Karena ini total nya harus mencapai 30.000 hektar, kita masih punya lahan HP yang sekarang ini sudah di HTI kan, HTI ini kan semua orang menolak karena di kuasai negara lain, nah mungkin nanti kami upayakan ambil alih, untuk lumbung pangan tadi, apalagi sekarang lahan ini tidak terurus, jadi kami yang akan mengelola," ungkap Sanem. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved