Breaking News:

Sejarah Berdirinya Samsat Hingga STNK dan Notice Pajak Jadi Berdampingan

Hal itu terjadi karena, saat itu STNK diterbitkan polisi, sedangkan notice pajak yang diterbitkan Pemda belum menjadi satu proses.

Penulis: tidakada007 | Editor: M Ismunadi
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
STNK DAN NOTICE PAJAK - Petugas di Samsat Palembang 1 menunjukan STNK dan notice pajak kendaraan yang selalu berdampingan, Jumat (2/10/2020). 

Sejarah Berdirinya Samsat Hingga STNK dan Notice Pajak Jadi Berdampingan

POSBELITUNG.CO - Saat ini, masyarakat yang akan membayar pajak kendaraan serta pengesahan STNK hanya tinggal datang ke Samsat terdekat.

Berbeda dahulu, masyarakat yang akan membayar pajak kendaraan harus pergi ke Bapenda. Sedangkan untuk pengesahan STNK, harus datangi kantor Direktorat Lalu Lintas.

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Juni melaluiKasie STNK Kompol Adik Sulistyo menceritakan sejarah bagaimana Samsat atau Satuan Manunggal Satu Atap bisa terbentuk dan sampai sekarang masih tetap melayani masyarakat.

Awalnya, masyarakat yang akan melakukan pengesahan STNK harus mendatangi kantor Direktorat Lalu Lintas atau kantor polisi terdekat.

Sedangkan, untuk membayar pajak masyarakat harus mendatangi kantor Bapenda setempat saat itu.

Hal itu terjadi karena, saat itu STNK diterbitkan polisi, sedangkan notice pajak yang diterbitkan Pemda belum menjadi satu proses.

Begitu pula dengan asuransi Jiwa Jasa Raharja.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat yang setiap tahun harus bolak balik untuk mengurus pengesahan STNK dan membayaran pajak menjadi perhatian Gubernur DKI Jakarta saat itu Ali Murtopo.

 Dari situ, Gubernur DKI Ali Murtopo berinisiatif untuk membentuk tempat pelayanan terpadu. Tempat pelayanan terpadu tersebut berisikan Kepolisian, Pemda dan Jasa Raharja dengan koordinator dari kepolisian dalam hal ini Direktorat Lalu Lintas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved