Breaking News:

Pilkada Belitung Timur

Bawaslu Belitung Timur Temukan 46 Indikasi Pemilih Ganda, Begini Penjelasan KPU

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Belitung Timur menemukan indikasi adanya 46 pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Sementara Pilkada Beltim 2020.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/BryanBimantoro
Ihsan Jaya dan Rizal 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Belitung Timur menemukan indikasi adanya 46 pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Sementara Pilkada Beltim 2020.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilu Belitung Timur Ihsan Jaya mengatakan temuan ini ditemukan setelah proses pengawasan pemutakhiran data pemilih oleh Bawaslu.

Ihsan menegaskan pihaknya ingin menghadirkan data yang akurat dan valid sehingga potensi yang menyangkut hilangnya hak pilih tidak terjadi.

Untuk itu, pihaknya akan memastikan sepenuhnya bagi pemilih yang memenuhi syarat harus terpenuhi haknya sebagai pemilih.

"Begitupun sebaliknya, yang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih tidak bisa diberikan hak memilih demi menghadirkan Pilkada yang bermartabat dan berintegritas untuk masyarakat," kata Ihsan saat ditemui posbelitung.co di ruang kerjanya, Senin (5/10/2020).

Ihsan mengatakan hal ini bisa terjadi karena beberapa hal, seperti NIK atau KTP yang ganda. NIK atau KTP yang ganda ini satu di antaranya belum dihapus dari sistem.

Terkail hal tersebut, Bawaslu Beltim sudah bersurat ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Beltim untuk melakukan verifikasi faktual. Hal ini bertujuan memastikan apakah yang ganda ini satu atau dua orang.

Ditemui terpisah, Ketua KPU Belitung Timur Rizal mengaku sudah menindaklanjuti surat dari Bawaslu Beltim. Rizal sudah menginstruksikan PPK dan PPS untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan demi tercipta daftar pemilih yang akurat dan valid menuju Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Di lapangan, jajarannya akan memverifikasi apakah nama dalam temuan itu orang yang sama atau berbeda berikut dengan tempat tanggal lahirnya.

Selanjutnya data hasil verifikasi faktual itu akan disampaikan kepada Bawaslu Beltim dan akan menjadi koreksi data yang akan disusun ke DPSHP.

Menurutnya, hal tersebut biasa terjadi karena diolah oleh sistem yang rentan resiko tidak terdeteksi. Bisa terjadi ketika ada nama yang sama tetapi NIK-nya berbeda atau NIK sama tetapi NKK-nya berbeda.

Rizal juga menyampaikan terima kasih atas kerja pengawasan Bawaslu Beltim dengan adanya temuan indikasi ini.

Ia ingin sinergisitas antar kedua lembaga ini terus terjaga sehingga menciptakan Pilkada Beltim yang sukses. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved