Breaking News:

Cakupan Balita Ditimbang Tak Cukup, Ada 24 Posyandu Tak Aktif

"Rata-rata posyandu tidak aktif karena cakupan balita yang ditimbang belum dicapai. Kebanyakan justru di wilayah perkotaan,"

Pos Belitung/Yuranda
Ilustrasi Posyandu (Foto tak terkait isi berita) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - "Rata-rata posyandu tidak aktif karena cakupan balita yang ditimbang belum dicapai. Kebanyakan justru di wilayah perkotaan,"

Demikian diungkapkan Kasi Promosi Kesehatan Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Desi, Senin (5/10/2020).

Ia mengatakan saat ini ada 176 posyandu. Dari jumlah tersebut ada 152 posyandu aktif atau 24 di antaranya termasuk dalam posyandu tidak aktif.

Ia menjelaskan, ada beberapa kriteria yang disebut posyandu aktif. Seperti capaian pelayanan progam kesehatan ibu dan anak (KIA) mencapai 50 persen.

Program tersebut berupa layanan penimbangan balita, layanan ibu hamil, imunisasi, dan KB.

Kemudian posyandu harus memiliki sarana dan alat pengukur panjang badan untuk anak di bawah dua tahun dan pengukur tinggi badan bagi anak di atas dua tahun.

Juga mempunyai kegiatan tambahan ada posyandu lansia, poswindu, dan posyandu remaja, dan toga.

Selanjutnya dalam peningkatan kader posyandu, telah diadakan pelatihan pencatatan dan pelaporan yang disebut SIP (sistem informasi posyandu). Jadi dari format SIP itulah data-data pengunjung dan balita tersebut dicatat.

"Dari hasil evaluasi, ternyata pencatatan 2017 datanya belum bisa dipertanggungjawabkan. Makanya kader dilatih agar tahu data yang akurat, sehingga langkah-langkah tindak lanjut atau intervensi bisa dilakukan," ujarnya.

"Apalagi kader posyandu harus melaporkan hasil pelayanan ke Pokja Posyandu Desa. Konsep pencatatan di SIP itu diurutkan desa, dusun, hingga per RT.

Halaman
123
Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Teddy Malaka
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved