Breaking News:

Mantan Direktur CIA Sebut AS dalam Bahaya, jika Trump Terpilih Jadi Presiden Lagi

"Presiden Trump tidak peduli dengan fakta. Presiden Trump tidak peduli tentang kebenaran. Dia tidak mendengarkan ahlinya," kritiknya.

AP/Alex Brandon
Presiden Donald Trump mengacungkan jempol dari Blue Room Balcony saat kembali ke Gedung Putih Senin, 5 Oktober 2020, di Washington, setelah meninggalkan Rumah Sakit Militer Nasional Walter Reed, di Bethesda, Maryland. Trump mengumumkan bahwa dia dinyatakan positif Covid-19 pada 2 Oktober lalu. 

Mantan Direktur CIA: AS dalam Bahaya, jika Trump Terpilih Jadi Presiden Lagi

POSBELITUNG.CO - Mantan Direktur CIA Michael Hayden memperingatkan aliansi internasional akan berakhir jika Presiden Donald Trump terpilih kembali dalam pemilihan presiden pada November mendatang.

"Saya 40 tahun di militer, oke? Aliansi itu luar biasa. Aliansi saling menguntungkan. Dan sekarang, saya tidak tahu apa yang terjadi dengan aliansi kita. Saya serius," kata Hayden dalam iklan Pemilih Republik Melawan Trump terbaru.

"Jika Trump mendapat masa jabatan lain, saya pikir banyak aliansi akan hilang dan Amerika akan sendirian," ucapnya.

Terungkap, Ada 10 Gejala Baru Covid-19 yang Tak Terduga Selama Ini

Selama masa jabatan pertama Trump, ia menarik AS keluar dari sejumlah koalisi internasional, termasuk Perjanjian Paris (Paris Agreement) tentang perubahan iklim, Perjanjian Kekuatan Nuklir Jangka Menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty) dan, yang terbaru, Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ditambah Trump tengah memiliki hubungan yang tegang dengan China semenjak pandemi Covid-19, meski pernah ada masa Trump memiliki hubungan baik dengan Presiden China Xi Jinping.

Melansir Newsweek pada Rabu (7/10/2020), Hayden, yang juga direktur Badan Keamanan Nasional di bawah Presiden George W. Bush , memperingatkan bahwa pengabaian Trump terhadap panduan dari pejabat tinggi keamanan negara akan membahayakan negara.

"Kebenaran sangat penting, tetapi terutama dalam kecerdasan," kata Hayden.

"Presiden Trump tidak peduli dengan fakta. Presiden Trump tidak peduli tentang kebenaran. Dia tidak mendengarkan ahlinya," kritiknya.

Ia pun melanjutkan, "FBI mengatakan nasionalisme kulit putih adalah masalah nyata dan FBI ingin melakukan sesuatu tentang itu, tetapi presiden tidak ingin membicarakannya. Dia tidak menjaga keamanan negara."

Wanita Ini Nekat Panjat Tiang Lampu Jalan Kibarkan Bendera Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja

Halaman
12
Penulis: tidakada007
Editor: M Ismunadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved