Breaking News:

Kisruh UU Cipta Kerja

Pemerintah Jokowi Sembunyikan Isi UU Cipta Kerja dari Publik, DPR Mau Cuci Tangan Lempar Bola Panas

Banyaknya aksi penolakan terhadap pengesahan UU Cipta Kerja, karena pemerintah sejak awal menutup-nutupi isi yang tercantum dalam UU Omnibus Law

Sriwijaya Post
Fahri Hamzah. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA -- Gelombang protes penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja terjadi dimana-mana. 

Akibat aksi demo yang dilakukan oleh masyarakat buruh hingga mahasiswa telah banyak merugikan.

Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan parah.

Pemerintah kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah bisa mengambil pelajaran besar dari aksi penolakan UU Cipta Kerja di berbagai daerah.

"Saya kira ada pelajaran besar yang harus dipetik hari-hari ini, karena maksud baik kadang dikotori oleh adanya maksud-maksudnya yang tidak baik. Maksud baik akhirnya bercampur dengan maksud yang tidak baik, sehingga menjadi keruh dan akhirnya rakyat menolak," kata Fahri dalam keterangannya, Jumat (9/10/2020).

Menurut Fahri, Undang-Undang Omnibus Law adalah UU yang unik, termasuk dalam penamaannya dalam bahasa Indonesia disebut sebagai UU Cipta Kerja.

UU Cipta Kerja, kata Fahri, mengatur semua kegiatan perekonomian dan lapangan pekerjaan.

Baca Juga:

Anggota DPR Fraksi Gerindra Terinfeksi Covid-19 Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di RSPP Jakarta

Presiden Jokowi Enggak Gentle, Pergi ke Kalimantan Hindari Buruh, KPBI: Harusnya Hadapi Kami Dong

"Siapa yang tidak mau lapangan kerja tercipta, siapa yang tidak mau bekerja, siapa yang tidak mau punya penghasilan, ngasih makan keluarga dan anak-anak. Siapa sih yang tidak mau, semuanya ingin kerja. Lalu, kenapa undang-undang yang maksudnya baik ditolak semua orang," kata Fahri.

Fahri menilai, banyaknya aksi penolakan terhadap pengesahan UU Cipta Kerja, karena pemerintah sejak awal menutup-nutupi isi yang tercantum dalam UU Omnibus Law tersebut, dan tidak mengkomunikasikan kepada publik hingga disahkan DPR.

"Kalau pemeritah menyatakan ini semua baik, maka sejak awal akan dikomunikasikan. Orang harus diberi tahu hal-hal yang tercantum dalam UU ini, dan pasti semua akan menerima," papar mantan Wakil Ketua DPR itu.

Halaman
1234
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved