Virus Corona di Belitung

Satu Kepala OPD Positif Covid-19, Bupati Belitung Timur Akan Batasi Perjalanan Dinas

Menanggapi jajarannya yang terkonfirmasi positif covid-19, Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza akan melakukan pengetatan terhadap perjalanan dinas.

Tayang:
Penulis: Bryan Bimantoro |
posbelitung.co/ Suharli
Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza 

POSBELITUNG.CO,BELITUNG--Menanggapi jajarannya yang terkonfirmasi positif covid-19, Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza akan melakukan pengetatan terhadap perjalanan dinas para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Beltim. Hal ini agar tidak ada lagi yang pulang ke Beltim dengan membawa virus.

Sebenarnya, lanjut Yuslih, tanpa secara resmi formal mengeluarkan peraturan larangan perjalanan dinas, setiap orang harus sadar bahwa itu harus ditunda. Kecuali ada kondisi dan situasi yang sangat penting dan urgent baru bisa melakukan perjalanan dinas.

"Kalau ke luar kota sekadar rapat yang bisa dilakukan via zoom atau online lebih baik ditunda dulu. Apalagi jika tujuannya ke kota-kota zona merah, sangat beresiko," kata Yuslih saat ditemui posbelitung.co di acara penutupan HJKM 149, Jumat (9/10/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan prihatin kepada satu jajarannya itu atas musibah ini. Ia berpesan pada keluarganya agar selalu sabar dan kepada yang bersangkutan harus semangat berusaha kembali agar sehat.

Ia juga mengingatkan pada masyarakat agar selalu menaati protokol kesehatan yaitu melaksanakan 3M, menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

Ia melalui OPD teknis terkait juga akan terus menggencarkan penerapan Perbup 44/2020 tentang Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan di tengah masyarakat.

"Ini adalah upaya-upaya yang harus kita lakukan, mau tidak mau. Agar terhindar dari virus mematikan ini," kata Yuslih.

Sementara itu, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja mengatakan pihaknya belum bisa melakukan pembatasan perjalanan dinas secara mendadak. Hal itu disebabkan karena agenda anggota dewan sudah dirumuskan di rapat badan musyawarah setiap bulannya.

"Tugas kami memang tergantung dengan rapat banmus. Di sana yang menjadwalkan agenda setiap bulannya," ungkap Fezzi.

Satu ASN Belitung Timur Tertular Covid-19

Tepat di Hari Jadi ke-149 Kota Manggar Jumat (9/10/2020), terjadi penambahan satu warga terkonfirmasi positif covid-19.

Orang ini diketahui bernama H berumur 55 tahun beralamat di Desa Lalang, Manggar.

Sekretaris Daerah Beltim Ikhwan Fakhrozi mengatakan H pernah melakukan perjalanan dinas ke Pangkalpinang dengan agenda Deklarasi Damai Pilkada 2020 pada 25 September 2020 lalu.

Diketahui, H merupakan satu kepala OPD di lingkungan Pemkab Belitung Timur. Saat ini upaya yang sudah dilakukan pemda yakni melakukan lokalisasi para pegawai di kantor tersebut. Kemudian akan dilakukan tes swab kepada mereka yang berkontak erat.

"H diisolasi di RSUD Beltim sejak tanggal 7 Oktober lalu dengan keluhan panas dan batuk berdahak dari tiga hari sebelumnya. Lalu saat ini kondisinya masih harus menjalani perawatan karena adanya sesak," jelas Ikhwan saat ditemui posbelitung.co di acara Penutupan Rangkaian Acara HJKM 149.

Ia menyampaikan kepada seluruh ASN ataupun pejabat negara agar tidak melakukan perjalanan dinas terlebih dahulu karena pandemi corona ini belum usai.

Ia menegaskan sudah berkoordinasi dengan Bupati Beltim Yuslih Ihza agar menerbitkan peraturan larangan melakukan perjalanan dinas kecuali dengan kondisi dan kepentingan yang urgen.

Ilustrasi penanganan pasien Corona
Ilustrasi penanganan pasien Corona (istimewa via Tribunnews.com)

Diprediksi Hingga Desember di Pangkalpinang Bisa Mencapai 200 Orang

Kondisi penularan virus corona di Bangka Belitung terus saja terjadi. Jumlah orang terkonfirmasi positif covid-19 semakin bertambah.

Apalagi saat ini gelombang aksi demontrasi baik mengenai penambangan timah yang terus bergejolak hingga demo penolakan undang-undang cipta kerja terus terjadi.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya kerumunan yang rentan menyebabkan penyebaran dan penularan virus Covid-19.

Apalagi sebagian peserta aksi demontrasi tidak mentaati protokol kesehatan Covid-19.

Terkait dengan semakin bertambahnya warga yang tertular Covid-19, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim (MH) memprediksikan hingga akhir tahun 2020 kasus covid-19 di Kota Pangkalpinang diperkirakan akan melebihi 200 kasus.

Hal demikian menurutnya, dapat terjadi karena perputaran masyarakat yang masih terus terjadi di Kota Pangkalpinang.

"Covid-19 ini masih berputar di sekeliling kita, belum bisa hilang, kasus dari Kabupaten Bangka, Sungailiat masih datang ke Pangkalpinang, yang penularan dari Bangka Tengah, jadi akan masih terus bertambah kasus ini, masih terus ada berdampingan dengan kita," ungkap Hakim kepada Bangkapos.com, Jumat (9/10/2020).

Dia menyebutkan, hingga hari ini total kasus positif covid-19 di Kota Pangkalpinang berjumlah 167 orang.

"Kalau predisi kita melebih 200 sampai akhir tahun nanti, ini masih akan terus bertambah sebelum vaksin covid-19 itu ada baru mungkin akan menurun," prediksinya.

Menurutnya kasus covid-19 ini bukan saja dibawa dari luar daerah lavi, tapi sudah terjadi transmisi lokal.

"Bukan hanya orang dari luar saja, orang tanpa gejala sekarang banyak, yang tidak tau mungkin berkeliaran di pasar, pas dites ternyata positif, ini sudah transmisi lokal," sebutnya.

Ia pun mengimbau, agar masyarakat untuk tetap mematuhi protokol covid-19 dengan baik berada di mana pun.

"Sekarang yang dapat kita lakukan itu adalah mencegahnya atau menguranginya dengan cara apa terapkan protkol covid-19 dengan baik  minimal pakai masker kemana pun, mau jauh dekat harus pakai masker, Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Menggunakan masker (3M) itu penting,"  imbau Hakim.

Di Sungailiat Hari Ini Bertambah Tiga Orang

Sedangkan di Sungailiat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bangka kembali bertambah hari ini, Jumat (9/10/2020) pagi.

Juru Bicara (Jubir), Satgas Penanggulangan Covid-19 Bangka, Boy Yandra mengabarkan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah dua orang. 

Menurut Boy, dua warga itu yakni Os (22), laki-laki, warga Desa Karya Makmur, Kecamatan Pemali. Os diketahui merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berstatus transmisi lokal.

Ia menyebutkan, Os sempat dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil menunjukan reaktif pada 29 September 2020 lalu.

"Lalu hasil test swab yang bersangkutan pada hari ini keluar dan menunjukan hasil positif (Covid-19)," jelasnya.

Sementara itu, pasien terkonfirmasi positif lainnya, yaitu E (31), berjenis kelamin perempuan, warga Desa Balun Ijuk, Kecamatan Merawang. Riwayat E, dikatakannya, pernah melakukan kontak erat dengan Sn yang sebelumnya sudah terkonfirmasi Covid-19.

"E juga sebelumnya juga sempat melakukan rapid test yang hasilnya menunjukan reaktif pada 07 Oktober 2020 dan hasil swab E, keluar positif Covid-19," terusnya.

Bertambahnya kembali 2 orang yang terkonfirmasi, hingga saat ini, total positif Covid-19 di Kabupaten Bangka, genap berjumlah 118 orang.

"83 orang sudah dinyatakan sembuh. Menyisahkan 35 orang yang masih positif (Covid-19)," sebut Boy. 

Boy melanjutkan, dari ke 35 pasien positif Covid-19 tersebut, 6 orang masih dirawat di ruangan bertekanan negatif RSUD Depati Bahrin Sungailiat serta 29 orang lainnya menjalani karantina di wisma Karantina provinsi Bangka Belitung.

"InsyaAllah keduanya akan dikarantina pagi ini juga di wisma karantina provinsi. Untuk peta sebaran di Kabupaten Bangka sekarang, 15 orang dari Sungailiat, 10 orang dari Pemali, 1 orang dari Mendobarat, 1 orang lagi dari Kecamatan Belinyu, 8 orang dari Kecamatan Merawang," kata Boy Yandra

Kemudian Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanggulangan Covid-19 Bangka, Boy Yandra kembali mengabarkan tambahan 1 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, Jumat (9/10/2020), siang.

"Jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 Kabupaten Bangka pada Jumat (9/10), hingga siang ini, adalah tiga orang. Yakni OS, warga Karya Makmur, E warga Balunijuk. Tambahannya Hd umur 62 tahun," jelasnya.

Ia menuturkan, Hd merupakan warga Kelurahan Sri Menanti, Kecamatan Sungailiat.

Menurutnya, Hd, klaster perjalanan dari Jakarta ke Bangka tanggal 28 September 2020, lalu. Dengan bertambah 3 orang yang terkonfirmasi positif total positif Covid-19 Kabupaten Bangka berjumlah 119 orang.

Dari jumlah tersebut, di antaranya 83 orang sudah dinyatakan sembuh. Sehingga menyisahkan 36 orang yang masih positif covid-19 dan sedang menjalani perawatan serta karantina.

"Ingat, masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (Covid-19). Dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun," imbau Boy.

Pemeriksaan swab massal di posko Gugus Tugas Covid-19 Pangkalpinang, Selasa (26/5/2020)
Pemeriksaan swab massal di posko Gugus Tugas Covid-19 Pangkalpinang, Selasa (26/5/2020) (Istimewa/Dok Tim Gugus Tugas Covid-19 Pangkalpinang)

Positif Covid-19 di Bangka Belitung 440 Orang

Ilustrasi perawat dengan pakaian khusus, merawat satu orang pasien yang diisolasi (Kompas.com)
Update kasus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hingga Kamis (8/10/2020) malam, terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 440 orang, bertambah 2 orang.

Kemudian dinyatakan selesai isolasi dan bebas Covid-19 sebanyak 331 orang, dalam isolasi/perawatan 103 orang, dan meninggal dunia 6 orang.

Untuk detail sebaran, Kota Pangkalpinang  160 orang, Bangka 116 orang, Bangka Tengah  53 orang, Bangka Barat 44 orang, Bangka Selatan 11 orang, Belitung 44 orang dan Belitung Timur 12 orang.

Demikian data yang disampaikan oleh Satgas Covid-19 Babel, kepada Bangkapos.com, Jumat (9/10/2020).

Jubir, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno, mengungkapkan untuk riwayat dua pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, satu diantaranya anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung.

Dimana ia diketahui sebelum dinyatakan positif pernah melakukan perjalanan ke beberapa daerah.

"Berdasarkan riwayat, M-D-Y (49) laki-laki, yang merupakan Anggota DPRD Kepulauan Bangka Belitung, itu pada 23 sampai dengan 30 September 2020 melakukan perjalanan dinas dari Bangka ke Palembang, lalu ke Bandung, kemudian ke Surakarta/Solo, selanjutkan ke Palembang, kemudian pada 1 Oktober 2020 kembali ke Bangka," jelas Andi kepada Bangkapos.com, Jumat (9/10/2020).

Ia menambahkan, pada 3 Oktober 2020 yang bersangkutan masuk ke RSBT Pangkalpinang dengan keluhan dan gejala klinis sesak napas disertai komorbid penyakit asma.

"Dari hasil tes swab PCR pada 5 Oktober 2020 dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19, menjalani karantina dan perawatan di Ruang Isolasi Covid-19 RSBT Pangkalpinang. M-D-Y, berdomisili di Jalan Manunggal, Dul, Pangkalan Baru, Bangka Tengah,"katanya.

Sementara, sambung Andi, untuk pasien kedua, berinisial N-D, (68), jenis kelamin laki-laki, merupakan warga Jalan Keranji, Bukit Sari, Gerunggang, Pangkalpinang.

Ia menerangkan berdasarkan riwayat, pada 6 Oktober 2020 yang bersangkutan masuk ke RSBT Pangkalpinang dengan keluhan dan gejala klinis sakit kepala, batuk, dan sesak napas disertai komorbid diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit jantung, dengan diagnosis pneumonia. 

"Diketahui bahwa sebelumnya yang bersangkutan pernah menghadiri acara sunatan masal di Sungailiat, Bangka, selama 9 hari menderita sakit dan menjalani perawatan di rumah. Dari hasil tes swab PCR pada 7 Oktober 2020 dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19, menjalani karantina dan perawatan di Ruang Isolasi Covid-19 RSBT Pangkalpinang,"ujarnya.

Andi, menegaskan masih terpaparnya sejumlah orang masih menjadi keprihatinan semua, sekaligus juga menjadi catatan khusus bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Hingga saat ini persentase tingkat orang yang selesai isolasi dan dinyatakan sehat dari Covid-19, mengalami penurunan yakni berada di angka 75,23 persen, orang yang masih dalam perawatan dan penanganan mengalami peningkatan yakni 23,41 persen. Kemudian tingkat kematian orang yang terkonfirmasi Covid-19 berada di angka 1,36 persen," katanya.

Selain itu, Andi juga tidak lupa untuk terus mengingatkan masyarakat agar terus ingat pesan ibu.

"Maskermu melindungi aku, maskerku melindungi kamu, kita saling melindungi dan terus melaksanakan 3M, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun," imbau Andi.

Dinas Luar Jika Mendesak Saja

Terdapatnya sejumlah kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 di Babel, diketahui berasal dari pelaku perjalanan dinas yang menyebabkan munculkan klaster perkantoran.

Dari alasan tersebut, Ketua Sekretaris Puskodalops Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Provinsi Babel, Mikron Antariksa, mewajibkan setiap pegawai yang berangkat melaksanakan dinas luar harus sudah melaksanakan rapid test ketika ingin pergi dan pulang.

"Karena kita ada penambahan kasus, kita harapkan pula apabila tim Satgas yang terbentuk di setiap perkantoran nanti bisa memantau dan mengawasi pelaksanaan Protokol Covid di kantor masing masing kantor," harap Mikron.

Kepala BPBD Babel ini juga, menyarankan terkait pegawai yang melakukan perjalanan dinas luar, dilakukan apabila memang mendesak saja, dan apabila tidak perlu sebaiknya jangan dilakukan.

"Melakukan Dinas luar apabila memang perlu saja, kalau sifatnya benar-benar mendesak itu silakan saja. Kalau tidak penting mending tidak usah dilakukan. Tetapi, kalau pergi dengan ketentuan tadi pergi dan pulang harus rapid test,"tegasnya (Bangkapos/Riki Pratama)

Data penghuni Wisama Karantina, hingga Kamis (8/10/2020).
1. BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
- Jumlah Penghuni : 76
- Penghuni Suspek : 13
- Penghuni Konfirmasi : 63
- Penghuni Pulih : 186

2. Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
- Jumlah Penghuni : 23
- Penghuni Suspek : 0
- Penghuni Konfirmasi : 23
Sumber:Satgas Covid-19 Babel.

(Bangkapos/Byan Bimantoro/Ramandha/Riki Pratama/Nurhayati)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved