Breaking News:

Berita Belitung Timur

UU Cipta Kerja Sah, Ketua DPRD Belitung Timur: Harus Dibaca Secara Utuh Jangan Sepotong-sepotong

-Undang-undang Cipta Kerja di dalam Omnibus Law mengalami sejumlah penolakan setelah disahkan pada 5 Oktober lalu.

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG--Undang-undang Cipta Kerja di dalam Omnibus Law mengalami sejumlah penolakan setelah disahkan pada 5 Oktober lalu.

Bahkan beberapa DPRD, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat secara terang-terangan menolak pengesahan UU ini.

Menanggapi berbagai penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law tersebut, Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja saat ditemui di kantornya Jumat (9/10/2020) mengatakan harus membaca secara utuh isi dari UU tersebut.

Ia menyarankan agar jangan membaca secara sepotong-sepotong agar tidak menimbulkan multitafsir.

"Saya juga belum membaca dan mempelajari UU tersebut. Tetapi sepertinya harus ada peraturan yg lebih lanjut untuk mengaturnya," ungkap Fezzi.

Politisi dari PDIP yang partai ini juga turut menyetujui UU Cipta Karya ini mengajak seluruh elemen mengawal jalannya UU ini agar tidak merugikan pihak manapun.

Ia ingin dengan adanya UU ini tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Dia juga mengimbau masyarakat Beltim agar selalu menjaga situasi secara kondusif. Ia meminta agar jangan terhasut dengan ajakan-ajakan provokasi agar melakukan unjuk rasa di Beltim. Jika pun masyarakat ingin berdemonstrasi, lanjutnya, ia juga tidak bisa melarang.

"Tapi harus disampaikan secara elegan dan jangan bertindak anarkis yang bisa merusak fasilitas publik," tutup Fezzi.

Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza.
Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza. (Posbelitung.co/Suharli)

Ada Pro dan Kontra

Undang-undang Cipta Karya dalam Omnibus Law yang disahkan 5 Oktober lalu menciptakan berbagai gelombang penolakan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan ada beberapa aksi unjuk rasa yang berujung chaos.

Atas hal ini, Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza menanggapinya dengan kepala dingin. Ia mengatakan kepada posbelitung.co, Jumat (9/10/2020) setiap aturan yang dikeluarkan pasti sudah ada dasarnya. Namun, dalam pelaksanaan dan penyusunan ia ingin aturan tersebut mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

"Mudah-mudahan pada akhirnya nanti pemerintah kita akan membuat UU yang bisa diterima oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Tapi kalau namanya aturan pasti tidak akan bisa diterima oleh seluruh masyarakat, pasti ada pro dan kontra," kata Bupati Yuslih saat ditemui di acara Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-149 Kota Manggar di Kantor DPRD Beltim.

Ia berharap masyarakat terus menjaga ketertiban supaya wilayah Beltim tetap kondusif. Yuslih bilang jangan terhasut dan terprovokasi kabar-kabar yang tidak benar yang belum tentu kevalidannya.

"Terus optimis menjalani hidup. Saya tetap imbau agar masyarakat terus berpikir positif dan jangan lupa selalu terapkan protokol kesehatan. Jangan sampai menciptakan klaster baru penyebaran covid-19," imbau Yuslih. (Posbelitung.co/ BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved