Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Behembus Kabar Kapal Asing Bakal Masuk Belitung di Masa Covid -19, Imigrasi Berikan Penjelasan

Kapal superyacth asal Singapura dikabarkan akan sandar di Pulau Belitung pada Rabu (14/10/2020) lusa nanti.

POSBELITUNG.CO, BELITUNG-- Kapal superyacth asal Singapura dikabarkan akan sandar di Pulau Belitung pada Rabu (14/10/2020) lusa nanti. Namun belum dipastikan tujuan kapal berisi 13 kru itu, termasuk koordinat sandar.

Menurut Kasi Lalu Lintas dan Izin Tinggal, Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan, Oktya Hartari Putri, pihaknya telah menerima surat sebuah agen kapalyang  menyatakan bahwa kapal tersebut akan kembali menuju Singapura.

"Kalau melihat dari expected time arrival (ETD) dan expected time departure (ETD) dari Singapura mau ke Singapura lagi. Tapi tujuannya singgah itu apa, kami belum jelas," kata Oktya kepada Posbelitung.co, Senin (12/10/2020).

Ia menjelaskan di era pandemi Covid-19 sekarang ini, siapapun orang asing yang hendak masuk ke wilayah Republik Indonesia harus tunduk pada Peraturan Menkumham Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Menurutnya dalam aturan tersebut secara tegas menjelaskan bahwa setiap orang asing yang akan masuk wilayah Indonesia wajib memiliki visa yang sah dan berlaku dan saat pengajuannya wajib memiliki surat bebas Covid-19.

"Pada saat ini pemerintah masih menghentikan pemberian fasilitas Bebas Visa Kunjungan dan Visa On Arrival selama pandemi.  Di samping itu juga pemerintah memberikan kemudahan bagi orang asing yang izin tinggalnya telah habis dan tidak dapat diperpanjang untuk mengajukan visa secara online dari wilayah RI tanpa keluar wilayah RI," jelasnya.

Kemudian, berdasarkan Surat Edaran Dirjen Imigrasi Nomor IMI-GR.01.01.4142 tanggal 27 Agustus 2020, juga menjelaskan orang asing yang datang dengan yatch dikategorikan sebagai penumpang dan bukan awak kapal berdasarkan Pasal 1 Angka 40 UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Secara otomatis, para awak kapal superyatch tersebut wajib memiliki visa terlebih dahulu sebelum memasuki wilayah Indonesia.

"Oleh karena itu, orang asing yang datang dengan yatch diperlakukan sebagai penumpang kapal dimana mereka diperkenankan untuk berada di darat meninggalkan alat angkutnya selayaknya penumpang kapal," kata Oktya.

Ia menambahkan .engenai keberadaan yatch yang bisa bersandar disuatu tempat, Kantor Imigrasi tidak dapat melarang atau mengusir orang asing yang datang dengan yatch tanpa terlebih dahulu memeriksa paspor yang bersangkutan.

Mengingat terdapat kemungkinan yang bersangkutan telah masuk Indonesia sebelum kemunculan Covid-19 dan saat ini memegang izin tinggal yang sah atau yang bersangkutan saat ini telah memiliki izin tinggal yang sah sebelum memasuki wilayah Indonesia mengingat kewenangan persetujuan permohonan izin tinggal terletak pada direktorat jenderal imigrasi dan kantor imigrasi hanya melaksanakan peraturan dan kebijakan pemerintah.

Sementara itu, Petugas Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas IV Tanjungpandan Fadli mengatakan pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi terkait rencana sandarnya kapal superyatch di Wilayah Belitung. Namun dirinya tak menampik sempat mendengar informasi terkait rencana tersebut.

"Kami belum menerima pemberitahuan resminya baru lisan saja. Jadi lebih baik menunggu resminya saja," kata Fadli. (Posbelitung.co /dede s)
 

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Fery Laskari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved