Breaking News:

BMKG Babel Sebut Bencana Banjir Besar 2017 di Beltim Berpotensi Terulang Karena Fenomena La Nina

Sepekan terakhir cuaca di Pulau Belitung selalu mengalami hujan dengan intensitas rendah sampai tinggi.

Ist.pribadi
Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kepulauan Bangka Belitung Kurniaji 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Sepekan terakhir cuaca di Pulau Belitung selalu mengalami hujan dengan intensitas rendah sampai tinggi.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kepulauan Bangka Belitung Kurniaji mengatakan hal ini dikarenakan beberapa hal.

Pertama, kata Kurniaji kepada posbelitung.co, Senin (19/10/2020) yaitu karena wilayah Belitung ialah non ZOM, artinya batas antara musim panas dan musim hujan tidak jelas kapan permulaannya.

Di musim hujan, hujan sangat banyak terjadi dan di musim panas pun hujan juga masih bisa terjadi.

Penyebab kedua yaitu karena dipengaruhi oleh fenomena la lina. Saat ini fenomena tersebut dikategorikan dengan level menengah atau moderat. Fenomena ini membuat curah hujan di Belitung dan Bangka akan semakin tinggi.

Ia menilai, tanpa la lina pun tingkat hujan di Belitung sudah tinggi apalagi ditambah fenomena tersebut. Ia memperkirakan bahwa la nina akan menguat dan puncaknya akan terjadi sekitar bulan November hingga Januari ke depan.

"Bahkan potensi terjadinya bencana banjir di Belitung seperti tahun 2017 juga besar. Tanpa la nina curah hujan sampai 450 mm per bulan di Belitung, sedangkan Bangka hanya 250-350 mm per bulan. Jika ditambah la nina akan semakin tinggi curah hujannya. Kami bukan menakuti, tetapi ini sebagai bentuk waspada agar kita bisa mengantisipasinya," kata Kurniaji.

Selain dua hal di atas, cuaca di Belitung juga dipengaruhi oleh faktor lokal. Belitung, lanjutnya, berada di lintang selatan garis khatulistiwa yang artinya di bawah nol derajat.

Hal ini akan mengakibatkan pembelokan arah angin (shearline) dan perlambatan kecepatan angin yang tak jarang dikombinasikan dengan fenomena sirkulasi tertutup (eddy circulation) sehingga potensi pembentukan awan-awan hujan akan semakin besar.

Selain banjir, menurutnya bencana angin kencang dan puting beliung terutama di masa pancaroba dan awal musim penghujan seperti sekarang pun akan berpotensi semakin sering terjadi di Belitung.

Halaman
12
Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved