Breaking News:

Advertorial

LPK Mahesa, Kursus Jahit Berstandar Nasional

KELURAHAN Kampong Damai bersama LPK Mahesa mengadakan pelatihan menjahit yang digelar pada 5- 23 Oktober 2020.

LPK Mahesa, Kursus Jahit Berstandar Nasional - pelatihan-menjahit-puluhan-perempuan-ikut1.jpg
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
PELATIHAN MENJAHIT - Puluhan perempuan ikut pelatihan menjahit di Kelurahan Kampong Damai, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Jumat (16/10)
LPK Mahesa, Kursus Jahit Berstandar Nasional - pelatihan-menjahit-puluhan-perempuan2.jpg
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
PELATIHAN MENJAHIT - Puluhan perempuan ikut pelatihan menjahit di Kelurahan Kampong Damai, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Jumat (16/10).

POSBELITUNG.CO -- KELURAHAN Kampong Damai bersama LPK Mahesa mengadakan pelatihan menjahit yang digelar pada 5- 23 Oktober 2020.

Menurut pimpinan LPK Mahesa Fitra Haryanton, kegiatan ini menjadi debut pertama setelah banyaknya permintaan masyarakat agar ada kursus menjahit. Setelah beberapa waktu, pihaknya akhirnya bisa menyusun kurikulum program itu berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) .

"Waktunya sebulan dalam atau 25 kali pertemuan yang mana satu kali pertemuan delapan jam, karena request pihak kelurahan 15 hari, kami coba maksimalkan apa yang diminta. Setidaknya mereka (peserta) sudah bias mengukur, membuat pola, dan menjahit," ujar Anton, sapaan akrab Fitra Haryanton, Jumat (16/10).

Selama waktu tersebut, sebanyak 20 perempuan peserta dari Kelurahan Kampong Damai harus membuat seragam batik untuk pegawai kelurahan. Kemudian mereka juga membuat baju blouse pribadi masing-masing peserta sehingga mereka membuat baju kepunyaan, sebagai kenangan kenangan hasil belajar.

Setelah pelatihan itu, dia berharap peserta bisa belajar lagi sambil praktik sehari-hari di rumah. Sembari berlatih, peserta nanti setidaknya bias membuka jasa permak pakaian.

"Kami tidak menutup diri kalua peserta agar berkunjung ke LPK Mahesa agar meminjam alat di Lembaga secara gratis. Kami tidak memberikan batasan sampai pelatihan. Kalau mau menggali lagi, dengan orderan sendiri menggunakan fasilitas milik kami, kami terbuka," imbuhnya.

Lembaga pelatihan dan kursus di Jalan Pattimura, Desa Air Saga itu tak hanya membekali para peserta keterampilan menjahit. Namun seusai pelatihan, peserta dibekali peralatan dasar yang bisa digunakan ketika berlatih lagi, seperti meteran, penggaris pola, gunting kertas dan gunting kain, pendedel, serta roller mencetak pola. Dalam berlatih di kantor kelurahan, peserta juga dibimbing dua instruktur.

Anton mengatakan, hingga kini pelatihan menjahit masih dilakukan buat kegiatan pemberdayaan di desa/kelurahan. Meski begitu pihaknya tak menutup kemungkinan akan segera membuka kelas jika masyarakat berminat mengikuti kursus tersebut.

Satu di antara peserta pelatihan Latifah mengatakan melalui pelatihan menjahit ia bisa belajar teknik-teknik dasar mulai dari membuat pola. Pertama kalinya mengikuti kursus menjahit, ia begitu antusias agar bias mengetahui cara membuat pakaian yang nyaman dikenakan.

"Kesannya, ribet memang terutama ketika bagian lekukan, menjahitnya agak susah. Alhamdulillah ada dapat ilmunya, tahu bikin pola jadi tahu triktrik membuat pola agar baju nyaman dikenakan. Insya Allah keinginan mencari mesin agar bisa memperdalam lagi," kata wanita berjilbab itu.

Halaman
12
Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: Khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved