Breaking News:

Masuki Puncak Kedua Musim Hujan, BPBD Belitung Timur Dorong Masyarakat Bersihkan Drainase

Pulau Belitung bertipe equatorial yang memiliki dua puncak musim hujan dan Pulau Bangka bertipe monsun dengan puncak musim hujan hanya sekali.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Beltim Helmy Akbar. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Intensitas dan curah hujan di Pulau Belitung belakangan waktu meningkat. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Beltim memang pada bulan ini memasuki puncak kedua musim hujan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Beltim Helmy Akbar mengatakan karakteristik di Belitung dengan Bangka berbeda. Pulau Belitung bertipe equatorial yang memiliki dua puncak musim hujan dan Pulau Bangka bertipe monsun dengan puncak musim hujan hanya sekali.

Helmy menerangkan saat ini Belitung sedang mengalami puncak kedua musim hujan setelah puncak pertama terjadi pada Maret-April lalu. Karena puncak kedua inilah yang menyebabkan curah dan intensitas hujan tinggi di Belitung beberapa waktu terakhir.

"Tapi tetap harus waspada untuk masyarakat. Bagi nelayan waspadai tinggi gelombang dan bagi masyarakat yang berada di dataran rendah harus menyiapkan dokumen penting dalam satu tas ataupun barang-barang berharga lainnya. Kita tidak minta itu terjadi, tapi harus ada langkah antisipatif," kata Helmy saat ditemui posbelitung.co di ruang kerjanya, Senin (19/10/2020).

Ia mendorong masyarakat dan pemerintah desa agar membersihkan drainase-drainase yang ada di lingkungan rumah masing-masing. Ia mengatakan kebanyakan banjir disebabkan karena drainase yang buruk ataupun tersumbat selain dari kontur lahan.

Masyarakat diminta agar jangan apatis dengan lingkungan sekitar. Helmy sendiri mengaku sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak agar menggalakkan kerja bakti untuk membersihkan drainase tapi karena situasi covid hal tersebut jadi tersendat.

Lebih jauh, dengan adanya fenomena la nina yang pada November-Januari menyebabkan curah hujan lebih tinggi dari biasanya. Dalam hal ini, Helmy tidak mau berspekulasi lebih dalam dengan potensi terjadinya kembali banjir besar di Beltim seperti 2017 lalu. Pada 2017 lalu, curah hujan dalam setahun turun dalam seminggu yang menyebabkan banjir besar tersebut.

"Justru yang harus diwaspadai sekarang yakni gelombang pasang dan juga angin kencang. Angin kencang bahkan sudah beberapa kali terjadi," tambah Helmy.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang memiliki pohon tua agar segera ditebang apalagi jika berada dekat dengan kabel-kabel listrik. Jika terjadi peristiwa tersebut dan tak bisa mengatasinya, BPBD Beltim memiliki personel yang siap membantu masyarakat. BPBD Beltim menyediakan hotline 24 jam di nomor 087869775023.

Berbagai upaya dan langkah antisipasi sudah dilakukan BPBD Beltim dalam menghadapi potensi bencana tersebut. Beberapa di antaranya yaitu menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan memberikan edukasi pada mereka mengenai kebencanaan.

Selain itu dari sisi internal, pihaknya sudah menyiapkan tim cepat tanggap penanggulangan bencana dengan menyiagakan personel maupun alat-alat supaya ketika diperlukan segera beraksi.

"Dalam hal natural disaster kami tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan dari berbagai pihak. Semoga wilayah kita dihindarkan dari bencana alam," harap Helmy. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved