Breaking News:

Videonya Minta Warga Pilih Satu Calon Beredar di Medsos, Wali Kota Sungai Penuh Jadi Tersangka

Wali Kota Sungai Penuh Asyafri Jaya Bakri menjadi tersangka kasus pilkada. Berkas kasusnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Sungai Penuh.

Editor: M Ismunadi
KOMPAS/HANDINING
Ilustrasi - Videonya Minta Warga Pilih Satu Calon Beredar di Medsos, Wali Kota Sungai Penuh Jadi Tersangka 

“Pasal 71 ayat(3) jo pasal 188 uu no 10 tahun 2016 tentang pemilihan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati atau walikota/wakil wali kota,” katanya via WhatsApp pada Senin (19/10/2020).

Dia menambahkan, undang-undang tersebut berisi klausul bahwa pimpinan eksekutif dilarang menggunakan kewenangan, program dan kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon baik di daerah sendiri mau pun daerah lain dalam waktu 6 bulan sebelum tanggal penetapan calon.

Mey Ziko mengatakan, ada empat jaksa yang menangani kasus ini.

Mereka adalah Mey Ziko SH MH, Suryadi SH, Ridho Sepputra SH dan Cepy Indragunawan SH.

Terkait pembuktian, Mey mengatakan semuanya sesuai KUHAP.

“Karena berdasarkan pasal yang disangkakan terhadap tersangka, jadi tidak dilakukan penahanan,” katanya.

Baca juga: Gempa Bumi Berkekuatan 5,4 SR Terasa di Medan, Tapi Berpusat di Aceh, BMKG: Waspada Gempa Susulan

Ia mengatakan, tersangka diancam pidana penjara maksimal 6 bulan dan atau denda maksimal Rp 6 juta.

"Berdasarkan pasal 21 ayat (4) KUHAP tidak dapat dilakukan penahan terhadap diri tersangka,” tambah Ziko.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Wali Kota Jadi Tersangka karena Arahkan Warga Pilih Paslon Tertentu di Pilkada Jambi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved