Breaking News:

Modus Penipuan Baru, Dua Janda Gunakan SKT Palsu untuk Pinjam Uang

Dua janda diamankan Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan gegara melakukan penipuan menggunakan surat keterangan tanah (SKT) palsu.

(posbelitung.co /dede s)
Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan Ipda I Made Wisma menunjukan kedua tersangka, Selasa (20/10/2020). 

POSBELITUNG.CO -- Dua janda diamankan Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan gegara melakukan penipuan menggunakan surat keterangan tanah (SKT) palsu.

Keduanya bersekongkol membuat SKT palsu yang dibuat di sebuah tempat fotokopi demi mendapatkan uang pinjaman sebesar Rp 15 juta.

Bahkan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korbannya lebih dari satu tapi yang membuat laporan polisi hanya satu.

"Jadi mereka ini menggunakan SKT palsu sebagai jaminan untuk meminjam uang. Kejadiannya Januari 2020, sebenarnya pemberi pinjaman sempat memberikan waktu pengembalian cuman mereka tidak mampu lagi," ujar Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan I Made Wisma kepada posbelitung.co, Selasa (20/10/2020).

Dua janda itu Asmawati (27) dan Lisa (31) yang bekerja sebagai sales produk di Tanjungpandan diamankan pasca korban melaporkan kejadian tersebut pada Selasa (13/10/2020) pekan lalu.

Made menjelaskan, awalnya Lisa mengeluh kepada Asmawati membutuhkan uang untuk keperluan pribadinya.

Akhirnya keduanya terpikir untuk membuat SKT palsu sebagai jaminan meminjam uang.

Lisa meminta contoh fotokopi SKT kepada Asmawati dan akhirnya meminta jasa pengetikan di salah satu tempat fotokopi membuat SKT palsu tersebut.

Tak hanya itu, stempel palsu juga mereka siapkan untuk meyakinkan peminjam uang.

"Jadi otaknya itu Lisa yang mau pinjam uang dan dia yang buat SKT. Tapi Asmawati ini memberikan contoh fotokopi SKT dan dia juga yang mencari pinjaman, dapatlah korban Nainggolan itu, cair Rp 15 juta dikasihkan ke Lisa," ungkap Made.

Namun, setelah batas waktu yang ditentukan tepatnya Maret 2020, Lisa tak mampu mengembalikan uang pinjaman tersebut.

Kemudian, sewaktu diamankan pihak kepolisian tersangka mengakui bahwa SKT sebagai jaminan ternyata palsu.

"Makanya awalnya itu kami pikir penggelapan, tapi setelah didalami ternyata penipuan. Karena SKTnya palsu tadi," kata Made.

Demi mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 378 atau 263 ayat 2 juncto pasal 55 tentang penipuan surat palsu dengan ancaman maksimal empat tahun penjara. (posbelitung.co /dede s)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved