Breaking News:

Cara Mandi yang Baik dan Benar Seperti Ini, Ternyata Tidak Dianjurkan Mandi Terlalu Lama

Kaminska menjelaskan tubuh memiliki bakteri dan organisme normal yang hidup di kulit dan ini melindungi kulit dari cedera atau kerusakan.

Penulis: tidakada007 | Editor: Rusmiadi
Lifealth.com
ilustrasi mandi 

Untuk menjaga kelembapan, Kaminska menganjurkan untuk mengoleskan pelembap ke kulit setelah mandi.

Sebab, hal itu memungkinkan air tetap terkunci di kulit dan tidak keluar.

Meski mandi terlalu lama tidak disarankan, mandi terlalu sebentar juga tidak dianjurkan karena tubuh mungkin belum cukup bersih.

Kaminska menjelaskan tubuh memiliki bakteri dan organisme normal yang hidup di kulit dan ini melindungi kulit dari cedera atau kerusakan.

Jika keseimbangannya condong ke pertumbuhan berlebih dari flora normal atau sehat, kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi kulit.

"Belum lagi risiko bau badan jika terus-menerus mandi terlalu sebentar," kata dia.

Air panas, hangat, atau dingin sama-sama memiliki manfaat.

Namun, jika tidak yakin temperatur yang paling cocok untukmu,mandilah dengan air hangat atau suam-suam kuku.

Menurut Akademi Dermatologi Amerika, air hangat juga lebih baik untuk kondisi kulit seperti psoriasis dan eksim daripada menggunakan air panas.

Mandi air dingin juga memiliki beberapa manfaat, seperti mengurangi nyeri otot, menenangkan kulit yang teriritasi atau gatal, dan membantu kita bangun di pagi hari.

Mandi air panas juga memiliki manfaat, yakni membantu mengatasi gejala pilek atau batuk dengan melonggarkan dahak dan membuka saluran pernapasan. (Sumber: Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Mandi Terlalu Lama, Apa Alasannya?",

Artikel ini telah tayang di SURYAMALANG.COM dengan judul Cara Mandi yang Baik dan Benar, Ternyata Tidak Dianjurkan Mandi Terlalu Lama

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved