Breaking News:

Berita Belitung Timur

Permasalahan PDGJ Tanggung-jawab Bersama

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa Kabupaten Belitung Timur (Dinsos PMD Beltim), Ida Lismawati mengatakan..

kontan.co.id
ILUSTRASI pelaku UKM masih diberi kesempatan mendaftar program Banpres Produktif atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 2,4 juta masih terus dibuka. 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa Kabupaten Belitung Timur (Dinsos PMD Beltim), Ida Lismawati mengatakan penanganan permasalahan Eks Psikotik atau Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) memerlukan sinergisitas dinas terkait.

Berdasarkan data dari Dinkes PPKB Beltim ,jumlah ODGJ di Belitung Timur terus meningkat. Pada tahun 2020 ini, tercatat sebanyak 268 jiwa yang mengalami gangguan berat.

"Kami tidak bisa berdiri sendiri Karena di sini juga ada dinas terkait dan juga Mitra kita dinas Panti rehabilitasi, jadi ada batasan-batasan mana saja yang ditangani oleh pihak-pihak terkait sesuai tugas dan pokok fungsi mereka supaya permasalahan terselesaikan atau minimal ini kan dalam jangka panjang waktunya minimal bisa terentaskan," kata Ida kepada posbelitung, usai mengikuti kegiatan sosialisasi program pelayanan dan rehabilitas sosial dalam rangka membangun sinergi pelayanan bagi penyandang disabilitas eks psikotik, pada Kamis (22/10/2020) lalu.

Menurutnya ODGJ adalah tanggung jawab bersama termasuk yang tidak memiliki tempat tinggal. Dalam hal itu perlu juga di libatkannya pihak desa karena menurut, ditataran desa juga punya tanggungjawab juga.
Menurutnya adanya sosialisasi
guna membahas permasalahan didalam dan diluar panti dan bagaimana mengatasi ODGJ.

"Ini merupakan sinergi, sosialisasi bagaimana orang tahu tentang penanganan ODGJ, kemudian bagaimana cara mengatasi permasalahan ini secara bersama, jadi bagaimana menangani permasalahan. Jadi tidak ada istilah lempar tanggung jawab semua," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Panti Sosial Bina laras Hijrah Dinas Sosial Babel, Fitrianto Mengatakan wewenangnya rehabilatas didalam panti.

"Setelah kami serahkan kemasyarakat proses rehabilitasi itu ada di masyarakat, perlu ada keberlangsungan rehabilitasi spsial dari eks psikotik ini, kemudian itulah kami membuat sinergitas antara pihak-pihak yang memang berkompeten atau terkait proses rehabilitas eks psikotik," katanya.

Dia mengatakan yang ada di panti sosial merehabilitasi mereka eks psikotik yang pernah ikut proses pesawatan kemudian dinyatakan tenang, kemudian dirujuk dari rumah sakit jiwa berdasar rekomendasi Dinas sosial kabupaten kota dan permohonan dari keluarga u tuk dilakukan di rehabilitas di Panti sSsial Bina Laras Hijrah.

"Jadi kami tahap lanjutan dari proses pengobatan, nah kami di rehabilitasinya," katanya.(Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Fery Laskari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved