Breaking News:

Australia Kekurangan Tenaga Kerja, Sektor Pariwisata dan Petani Kerepotan di Musim Panen

Jumlah backpacker di Australia mengalami penurunan sekitar 50 persen sejak perbatasan negara ini ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19

(ABC Indonesia)
Ilustrasi petani di Australia 

POSBELITUNG.CO - Pelaku usaha pariwisata dan petani di Australia saat ini sedang kerepotan. Musim panen tahun ini mereka kekurangan tenaga kerja.

Karenanya mereka melayangkan surat mendesak pemerintah agar membolehkan pekerja backpaker untuk bekerja pada musim panen tahun ini.

Para backpacker, termasuk pemegang Work and Holiday Visa (WHV) diharapkan membantu memetik buah, merawat anak-anak petani, hingga menggerakkan sektor pariwisata.

Permintaan itu disampaikan melalui surat resmi ke pemerintah yang saat ini sedang mengantisipasi kekurangan tenaga kerja sektor pertanian pada musim panas ini.

Di sisi lain, pemerintah juga masih dihadapkan dengan persoalan pemulangan sekitar 30 ribu warga Australia yang hingga kini masih berada di luar negeri.

BACA JUGA:

--> Wanita Ini 2 Tahun Hidup Terapung di Laut Hingga Ditemukan Nelayan, Dikabarkan Hilang Secara Gaib

Federasi Petani Nasional Australia (NFF) bersama organisasi backpacker (BYTAP) dalam suratnya menyerukan agar program Working Holiday Maker segera dibuka kembali.

Jumlah backpacker di Australia mengalami penurunan sekitar 50 persen sejak perbatasan negara ini ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Hal ini diperkirakan akan mengakibatkan kekurangan sedikitnya 20.000 pekerja.

Halaman
1234
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved