Breaking News:

Berita Belitung

Ekspor Kerapu di Belitung Alami Penurunan Drastis, Kepala Dinas Perikanan Beberkan Penyebabnya

Ekspor ikan kerapu dari pembudidaya di Belitung, tercatat mengalami penurunan cukup drastis.

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Disa
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Zamri dan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, senin (9/12/2019) petang ketika menyaksikan ekspor ikan kerapu dari salah satu Keramba Jaring Apung (KJA) perairan Tanjung RU, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Ist/dok Dinas Perikanan 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Ekspor ikan kerapu dari pembudidaya di Belitung, tercatat mengalami penurunan cukup drastis.

Terjadi penurunan tersebut, lantaran kurangnya permintaan pasar global, dampak dari pandemi covid-19 yang melanda berbagai negara di dunia.

Penurunan ekspor ikan kerapu itu, terlihat dari data yang dipegang oleh Dinas Perikanan Kabupaten Belitung. Terhitung Januari - Oktober 2020, ikan kerapu yang sudah ekspor hanya mencapai 38,4 ton.

"Ya total seluruhnya dari awal tahun 2020 ini segitu (38,4 ton), ini hampir tutup tahun istilahnya. Terakhir ekspor itu Senin, minggu lalu, itu di volume 10 ton dari keramba Pak Asua," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Firdaus Zamri kepada Posbelitung.co, Sabtu (24/10/2020).

Tujuan ekspor ikan kerapu ini, yaitu Negara Hongkong. Dibandingkan ekspor di tahun 2019 lalu, sangat jauh mengalami penurunan, lantaran sempat mencapai angka 90 ton, dengan frekuensi pengiriman hanya 6 kali.

"Jadi kalau dibandingkan tahun ini, jauh sekali. Ya hitungan nya sekitar 30 persen an dibanding tahun 2019 kemarin. Tapi kami untuk kondisi pasar global, secara keseluruhan selama pandemi ini memang mengalami penurunan. Jadi dampaknya langsung pada sistem tata niaga kerapu di Indonesia, termasuk Belitung," bebernya.

Faktor lain, terjadi penurunan volume ekspor itu, lantaran pembudidaya selama masa pandemi covid-19 ini, cenderung menahan penjualan kerapu, lantaran harga ikan ini kurang stabil.

"Ikannya termasuk banyak, tapi lebih kepada kebijakan peng ekspor, pembudidaya ini  menahan ikan jangan sampai dengan harga cenderung normal dan murah di pasaran Hongkong, sehingga frekuensi ekspor mau tidak mau juga berkurang," ungkap Firdaus.  ( Posbelitung.co / Disa Aryandi )

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved