Breaking News:

Tragis , Ayah Sering Lakukan KDRT , Ibu Sakit Jiwa Hingga Empat Anak Terlantar dan Alami Gizi Buruk

Seorang ibu di Desa Balansiku, Sebatik,mengalami gangguan jiwa. Padahal dia harus mengasuh empat orang anak yang masih kecil-kecil.

Kompas.com/Ahmad Dzulviqor
Kunjungan DPPAPPKB dan Psikolog serta petugas puskesmas didampingi Bhabinkamtibmas ke rumah keluarga eks TKI Malaysia di Balansiku Sebatik (Faridah) 

POSBELITUNG.CO -- Seorang ibu di Desa Balansiku, Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengalami gangguan jiwa. Padahal dia harus mengasuh empat orang anak yang masih kecil-kecil.

Tentu saja kondisi ini membuat pertumbuhan keempat anaknya mengalami gizi buruk karena tidak terurus.

Mengetahui kondisi keluarga tersebut pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memberikan bantuan.

Keempat anak yang mengalami gizi buruk tersebut yakni R (7), S (5), I (3), dan Sup (1).

Mereka tinggal di rumah kebun tak terawat dan di bawah asuhan ibu yang mengalami gangguan psikologi atau orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ).

Baca juga: Anggota Dewan Jadi Korban Penganiayaan Warga Akibat Knalpot Racing Sepeda Motor Adiknya

Selama ini, mereka hanya makan nasi dan sayur tanpa lauk apa pun yang menyertainya sehingga mereka tidak mengerti lauk-pauk selain sayuran hijau. 

Ibu mereka bernama Rosnaeni (26) tidak mengerti bagaimana mengurus anaknya dan tak memedulikan tingkah polah anak sama sekali.

Dia bahkan pernah satu tahun tidak mandi, suasana rumah berantakan tidak terurus, pakaian bersih dan kotor bertumpuk menjadi satu, serta perabot dan bekas makanan anak-anak terhambur tidak karuan.

"Awalnya ada laporan ke kami di DPPPA pada akhir 2019, ada keluarga yang tidak tahu cara mengurus anak, pampers si anak sampai berulat, sehingga kami fokus untuk itu," ujar Kepala Dinas DPPPAPPKB Nunukan Faridah Aryani, Jumat (23/10/2020).

Saat ditemukan, anak-anak tersebut sama sekali tidak tahu apa pun. Mereka tak sekali pun pernah diajari apa itu warna, abjad, atau nama-nama benda.

Baca juga: Kisah Dokter Tiap Hari Tangani Pasien Covid-19, Saksikan Kematian hingga Tunggu Giliran Terpapar

Halaman
1234
Editor: nurhayati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved