Breaking News:

Pilkada Belitung Timur

Bawaslu Belitung Timur Proses Dugaan Pelanggaran ASN dan Penyelenggara dalam Tahapan Kampanye

Terkait netralitas ASN, Bawaslu Beltim sudah menangani dugaan pelanggaran netralitas ASN dan ada juga menangani netralitas penyelenggara pemilihan

Penulis: Suharli | Editor: Khamelia
posbelitung/suharli
Anggota Bawaslu Belitung Timur, divisi Hukum penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa, Haris Alamsyah Selasa, (27/10/2020) 

POSBELITUNG.CO -  Anggota Bawaslu Belitung Timur, divisi Hukum penanganan pelanggaran dan penyelesaian sengketa, Haris Alamsyah menuturkan Bawaslu Beltim selama tahapan kampanye sudah melakukan penanganan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan lainnya.

"Terkait netralitas ASN, Bawaslu Beltim sudah menangani dugaan pelanggaran netralitas ASN dan ada juga menangani netralitas penyelenggara pemilihan adhock.

Jumlah total untuk ASN yang kami duga melanggar dan sudah kami teruskan ke KASN tembusan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) ada lima orang dan penyelenggara adhock dua orang," ujarnya.

Dia juga menyampaikan dugaan pelanggaran oleh pegawai tidak tetap (PTT) juga sudah diteruskan ke BKPSDM sejumlah enam orang.

Menurutnya, hal itu dilakukan, karena Bawaslu memiliki wewenang untuk mengawasi netralitas para pihak yang dilarang secara perundang-undangan terlibat dalam kegiatan yang ada unsur kampanye baik yang dilakukan secara tatap muka ataupun di media sosial.

"Semua dugaan pelanggaran ini berdasarkan hasil pengawasan di media sosial. Untuk sanksi yang diberikan dari KASN kami belum menerima kabar tindak lanjutnya, namun dari BKPSDM melalui media kami sudah mendapat informasi bahwa BKPSDM sudah meneruskan ke Instansi masing-masing," ujarnya.

Sedangkan untuk netralitas penyelenggara Haris mengatakan ada dua dugaan pelanggaran yakni ditingkat adhoc kecamatan satu orang dan tingkat desa satu orang, dan sudah ditindaklanjuti oleh KPU Belitung Timur serta sudah ditembuskan ke Bawaslu Beltim berkenaan sanksi yang diberikan.

Haris menjelaskan sebelumnya Bawaslu Belitung Timur sudah melakukan sosialisasi terhadap larangan-larangan pada tahap kampanye baik secara bertemu langsung, surat imbaun dan media sosial, juga melalui akun resmi Bawaslu Beltim.

"Dan berbagai upaya pencegahan sudah kami lakukan, kami juga sudah memasang x banner di masing-masing OPD di lingkup Pemkab Beltim," ujarnya.

Bawaslu Belitung timur juga sudah mendapatkan laporan masyarakat yang saat ini dalam proses penanganan dugaan pelanggaran berkenaan dengan tahapan kampanye.

"Laporan itu mengarah ke pidana pemilihan," bebernya. (Posbelitung.co /Suharli)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved