Berita Pangkalpinang

Hadapi Masa Sulit 2021 , Wali Kota Pangkalpinang Lakukan Strategi Ini agar Ekonomi Terus Berjalan

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mengatakan, dasar penguatan ekonomi di Kota Pangkalpinang adalah UMKM

Penulis: Andini Dwi Hasanah |
Ist/Humas Pemkot Pangkalpinang Iwan
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) 

POSBELITUNG. CO -- Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mengatakan, dasar penguatan ekonomi di Kota Pangkalpinang adalah UMKM, apalagi dalam masa-masa sulit tahun 2021 dengan keterbatasan anggaran.

"Untuk menguatkan ekonomi kita mau tidak mau, suka tidak suka kita harus melibatkan pihak ketiga, terus menguatkan UMKM kita  karena dasar pertumbuhan ekonomi itu ada dj UMKM," kata Molen kepada Bangkapos.com, Kamis (29/10/2020)

Menurutnya, kalau hanya mengandalkan dana dari pemerintah saja tidak akan cukup dan tidak akan bisa segera terlaksana.

"Pertumbuhan ekonomi kita saat covid-19 ini sangat turun drastis, jadi kita harus melihat sekarang dan akan datang nantinya, jadi kondisi itu yang harus kita sikapi bagaimana kedepan jangan sampai kita telat menghadapi permasalahan ini," jelasnya

Menghadapi akhir tahun, tahun 2021 saat ini menurutnya harus benar-benar disikapi.

"Secara nasional memang rata-rata anggaran kita mengalami defisit oleh sebabbitu masa sulit tahun depan itu harus kita sikapi dengan bersama-sama bersinergi dengan semua stakeholder terkait, bahwa kita secara bersama-sama saling menguatkan mengahadapi masa sulit itu," ungkap Molen.

Beberapa strategi juga sudah ia atur untuk menghadapi masa-masa sulit di tahun 2021 mendatang.

"Bersama-sama dengan anggota dewan  dengan legislatif kita mendiskusikan dengan para OPD kita, strateginya adalah kita harus berkomunikasi bersama-sama, program-program apa yang memang berdasarkan kebutuhan bersama," sebut Molen.

Dia mengatakan, mau tidak mau semua kebutuhan harus ditata dengan baik, termasuk banjir dan kebutuhan masyarakat lainnya meskipun dengan keterbatasan anggaran.

"Makanya saya minta masyarakat bersabar, ini secara bertahap akan tetap kita lakukan pembenahan meskipun anggaran kita terbatas," ucap Molen.

Meskipun defisit anggaran tahun 2021 sebesar Rp 200 Miliar, ia tetap berusaha mengolah anggaran agarpembangunan di Kota Pangkalpinang tetap berjalan.

"Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan kita akan lihat skala prioritas yang mana yang akan kita priotitaskan terlebih dulu," ungkapnya

Untuk itu dia  harus mengejar bantuan-bantuan dari pihak ke tiga dan anggaran DAK kalau dari anggaran pusat agar turun ke Kota Pangkalpinang.

Menurutnya, fokus pertama anggaran tetap pada pelayanan masyarakat.

"Kebutuhan-kebutuhan primer masyarakat yang manjadi fokus utamanya, satu diantaranya kita fokus dalam penanganan banjir, mana yang lebih prioritas, itu yang lebih dulu dikerjakan, covid-19 tahun depan belum tentu selesai, jadi semuanya kita gerakan pelan-pelan," jelas Molen.

( Bangkapos.com / Andini Dwi Hasanah )

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved