Breaking News:

Advertorial

LKP Mahesa Adakan Pelatihan Pembuatan Roti dan Anyaman Lais

LEMBAGA Kursus dan Pelatihan (LKP) Mahesa mengadakan pelatihan tata boga pembuatan roti dan menganyam lais di kantor LKP, Desa Air Saga, Tanjungpandan

LKP Mahesa Adakan Pelatihan Pembuatan Roti dan Anyaman Lais - puluhan-perempuan-diajari-bikin-roti-dan-anyaman-lais.jpg
ist
Puluhan Perempuan Diajari Bikin Roti dan Anyaman Lais
LKP Mahesa Adakan Pelatihan Pembuatan Roti dan Anyaman Lais - puluhan-perempuan-diajari-bikin-roti-dan-anyaman-lais-1.jpg
ist
Puluhan Perempuan Diajari Bikin Roti dan Anyaman Lais

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Mahesa mengadakan pelatihan tata boga pembuatan roti dan menganyam lais di kantor LKP, Desa Air Saga, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. Kegiatan yang diikuti sebanyak 50 peserta perempuan itu berlangsung empat hari mulai Selasa (27/10) hingga Jumat (30/10/2020).

Ketika penutupan pelatihan, Jumat (30/10) hasil para peserta pelatihan seperti berbagai bolu, donat, dan roti.

Demikian juga anyaman lais seperti tas dan sarung botol minum ditampilkan.

Hadir pada kesempatan itu Pimpinan LKP Mahesa Fitra Haryanton (Anton), Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Belitung Juhri, dan Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal Yayan Afrianti. Adapun instruktur tata boga adalah Chef Arie dan instruktur anyam lais Rebina.

Anton dalam sambutannya menyampaikan, pelatihan-pelatihan itu perdana diadakan pihaknya. Namun hasil karya para peserta sudah masuk kategori mumpuni.

“Dalam menggelar program tersebut, kami telah menyediakan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan. Termasuk instruktur yang andal dan berpengalaman sehingga peserta dibimbing hingga menghasilkan karya yang selanjutnya bisa sebagai bekal pengetahuan,” katanya.

Bahkan tak menutup kemungkinan keterampilan yang diperoleh bisa terus dikembangkan. Selanjutnya berbekal kemampuan berkreasi dan berinovasi, bisa memulai usaha dan menciptakan lapangan kerja.
“Ditambah nanti (setelah kegiatan) tiap kelompok akan mendapatkan modal usaha sebagai bentuk pemberdayaan perempuan,” kata Anton.

Ia menambahkan, pihaknya akan memfasilitasi peralatan dalam mendukung rencana bazar produk hasil pelatihan yang akan diadakan Dindikbud Belitung. Nantinya peserta bisa langsung menununjukkan alias demo pembuatan roti sehingga roti-roti yang dijual juga lebih fresh.

“Mudah-mudahan nanti acaranya (bazar), daya konsumsi masyarakat bisa membantu kelompok (peserta pelatihan) yang sudah dibentuk,” katanya.

Sekretaris Dindikbud Belitung Juhri mengapresiasi instruktur dan penyelenggara pelatihan. Kegiatan yang termasuk dalam program peningkatan kualitas hidup perempuan (PKH-P) itu juga sebagai prestasi karena Belitung telah dipilih pemerintah pusat dalam menjalankannya.

Modal usaha yang diberikan pada tiap kelompok juga diharapkan bisa membuat kelompok bisa berkembang. Sehingga setelah pelatihan lahirlah pengusaha anyaman lais maupun pengusaha roti.

“Kalau ibu-ibu mau memulai berusaha, silakan. Produk bisa dipasarkan bersaing dengan produk lain,” ujarnya.
Linda, satu dari puluhan peserta mengatakan, dalam empat hari banyak resep kue yang telah dipelajari. Seperti resep roti, bolu tapai, bolu pandan, kue sus, roti manis, dan banyak lagi.

Menurutnya, Chef Arie yang membimbing mereka juga selalu memberikan kesempatan mencoba langsung dan mengikuti proses pembuatan.
“Jadi chef menjelaskan, kami menakar bahan dan mengerjakan prosesnya,” ucap dia.

Meskipun baru pertama kali ikut program seperti itu, ia merasa senang bisa mempelajari keterampilan baru. Menurutnya bisa menginsipirasinya agar segera menjajal di rumah.
“Saya juga bisa merealisasikan rencana yang telah terpikirkan bebrbekal keterampilan dalam membuat kue dan roti ini,” ujar Linda. (Advertorial/del)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved