Breaking News:

51 Guru dan Karyawan Negatif Swab, SMA Negeri 1 Gantung Kembali Belajar Tatap Muka

SMAN 1 Gantung kembali menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka

SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Simulasi pembelajaran tatap muka di SMP 17 Agustus 1945, Surabaya Selasa (4/8/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - SMAN 1 Gantung kembali menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada Selasa, (3/11/2020) berdasarkan instruksi dari Kepala Dinas Cabang Wilayah IV Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan bangka Belitung dan hasil tes PCR (Polymerase Chain Reaction) atau tes swab.

Kegiatan belajar mengajar tatap muka ini kembali diselenggarakan setelah selama dua pekan sebelumnya KBM diselenggarakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena para pendidik dan tenaga kependidikan diharuskan menjalani isolasi mandiri menunggu hasil swab yang dijalani oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sesuai dengan yang diinstruksikan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Belitung Timur.

SMAN 1 Gantung mengambil sikap kooperatif demi bekerja sama dengan seluruh stakeholder yang terlibat guna melakukan pencegahan penularan Covid-19. Seluruh guru dan tenaga kependidikan sebanyak 51 orang menjalani tes PCR atau tes swab di Rumah Sakit Umum Daerah Belitung Timur.

Hal ini harus dilakukan mengingat adanya kemungkinan kontak dengan Kepala Sekolah SMAN 1 Gantung yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19.

Tepat setelah dilayangkannya surat nomor 700/758/Cabdin Wilayah IV yang berlandaskan surat keterangan hasil PCR dan selesai isolasi mandiri dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitung Timur nomor 443/385/DKPPKB-III/XI/2020 tanggal 02 November 2020 yang menyatakan bahwa ke-51 orang yang dites dinyatakan negatif Covid-19 maka SMAN 1 Gantung memulai kembali KBM tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Mengingat protokol kesehatan yang harus diterapkan, KBM tatap muka yang diselenggarakan harus dengan sistem shift, yaitu hanya ada satu rombongan belajar untuk satu shift-nya dan pergantian shift dilakukan tiap minggu. rombongan belajar yang mendapat shift KBM tatap muka mengikuti belajar di sekolah seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan, mulai dari mengukur suhu tubuh sebelum memasuki lingkungan sekolah, intensif mencuci tangan, wajib mengenakan masker, dan dilarang membentuk kerumunan.

Rombongan belajar yang tidak mendapat shift KBM tatap muka tetap harus mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar disenggarakan dengan PJJ, yaitu pembelajaran jarak jauh melalui website Rumah Belajar SMAN 1 Gantung dengan pranala https://sites.google.com/view/akademik1. Seluruh kegiatan PJJ berpusat satu pintu di website tersebut dan dapat diakses oleh siapapun termasuk orang tua siswa.

Dalam penyelenggaraannya, SMAN 1 Gantung berkiblat pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus dimana PJJ sendiri diselenggarakan agar setiap peserta didik mendapatkan haknya untuk tetap bisa belajar selama masa pandemi Covid-19, serta memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orangtua/wali.

Tujuan lain diaplikasikannya PJJ adalah guna pemberian pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik, serta prinsip pendidikan yang berfokus pada pendidikan kecakapan hidup. Selain untuk tetap melindungi seluruh warga satuan pendidikan dari penularan dan penyebaran wabah Covid-19.

Menilik kejadian yang terjadi di SMAN 1 Gantung serta mengingat begitu berbahayanya virus ini yang menyebabkan banyaknya korban berguguran maka diharapkan sikap pencegahan penularan virus Covid-19 dimiliki oleh setiap elemen masyarakat tanpa terkecuali serta perlu adanya kerja sama antara para pemangku kepentingan untuk melakukan pencegahan sampai pandemi ini dinyatakan usai. (*)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved