Breaking News:

Advertorial

Cafe Sehat Dukung Pemenuhan Gizi pada Anak Usia Dini

SEBANYAK dua cafe sehat didirikan di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, dalam waktu dua pekan terakhir. Pertama, di Galeri Pantai Menara di

Cafe Sehat Dukung Pemenuhan Gizi pada Anak Usia Dini - peluncuran-rumah-sehat-kubasing.jpg
Ist/Dokumentasi Dinkes PPKB Kabupaten Beltim
PELUNCURAN RUMAH SEHAT KUBASING - Kepala Dinkes-PPKB Kabupaten Belitung Timur Muhamad Yulhaidir berfoto bersama ibu-ibu beserta balitanya saat peluncuran (launching) Rumah Sehat Kubasing di Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Senin (2/11).
Cafe Sehat Dukung Pemenuhan Gizi pada Anak Usia Dini - tamu-undangan-menyuapi-makanan-sehat-kepada.jpg
Pos Belitung/Bryan Bimantoro
TAMU undangan menyuapi makanan sehat kepada seorang balita saat peresmian Cafe Sehat di Galeri Pantai Menara Desa Baru, Kamis (22/10).

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Sebanyak  dua cafe sehat didirikan di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, dalam waktu dua pekan terakhir.

Pertama, di Galeri Pantai Menara di Desa Baru pada Kamis (22/10) lalu. Sedangkan kedua, di rumah kader posyandu di Desa Kurnia Jaya pada Senin (2/11).

Pendirian cafe sehat ini sebagai upaya untuk menekan angka stunting di Kabupaten Belitung Timur. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Belitung Timur Muhamad Yulhaidir mengatakan, pendirian cafe sehat ini sebagai bentuk hadirnya pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi pada anak usia dini, terutama di masa usia emas (golden age).

Pada masa ini, jika gizi tidak tercukupi, maka akan mengganggu fisik, mental, dan intelektual anak yang berakibat pada menurunnya kualitas SDM. Tak hanya pada anak, lanjut Yulhaidir, pada ibu hamil juga harus menjadi perhatian karena masa sebelum kelahiran juga menentukan tumbuh kembang anak tersebut nantinya.

Ia mengatakan, proses persiapan makanan yang kurang higienis dan tidak aman juga akan mengakibatkan banyak bayi dan anak-anak mudah terserang penyakit infeksi, terutama diare, yang menyebabkan status gizi bayi dan anak-anak menurun, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Yulhaidir menyebut, anak yang mempunyai masalah gizi, nafsu makannya rendah sehingga akan lebih mempersulit penanganan dan memperparah kondisinya.

“Di Belitung Timur sendiri, menurut data yang dihitung menggunakan sistem aplikasi online pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM), per Agustus 2020 ada 477 balita penderita stunting. Di Desa Baru sendiri tercatat ada 35 balita dan di Desa Kurnia Jaya 10 balita. Hal ini yang harus jadi perhatian kita semua,” kata Yulhaidir, Senin (2/11).

Dalam pelaksanaannya, jelas Yulhaidir, pihaknya akan memberdayakan kader posyandu untuk terlibat aktif mulai dari perencanaan, pengidentifikasian, pelaksanaan, pendampingan anak, sampai monitoring dan evaluasi. Cafe sehat ini sebelumnya sudah berjalan di Kecamatan Simpang Pesak dan berjalan dengan cukup baik.

“Semoga dengan adanya cafe sehat ini dapat mencegah dan menurunkan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk di Belitung Timur, khususnya Desa Baru, dan tercapainya derajat gizi yang optimal untuk bayi dan balita demi terciptanya Indonesia sehat yang dimulai dari keluarga,” harapnya.

Gizi Cukup

Sementara itu, Kepala Desa Baru Mislan Kadir mengatakan, pendirian cafe sehat ini sebagai wujud kepedulian desa atas penyakit stunting yang banyak diderita balita di desanya. Ia menyoroti mengenai pemenuhan gizi yang harusnya sangat cukup karena Desa Baru merupakan penghasil ikan yang banyak.

“Ikan itu banyak omega dan proteinnya. Kalau itu dimakan setiap hari bisa meningkatkan pemenuhan gizi kita. Jadi kalau dapat ikan yang bagus jangan semuanya dijual, sisakan untuk dimakan keluarga,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya cafe sehat ini bisa menekan angka stunting di desanya, supaya ketercukupan gizi bisa seimbang mulai dari hamil sampai dengan anak berusia cukup.

“Semoga bisa menjadi keberlanjutan dan masyarakat Desa Baru menjadi sehat semuanya,” ucap Mislan.
Senada, Kepala Desa Kurnia Jaya Sudarsono mengatakan, Cafe Sehat Kurnia Jaya Bebas Stunting (Kubasing) ini harapannya akan mengentaskan angka stunting di desanya.
“Semoga dengan adanya Kubasing ini bisa membebaskan Desa Kurnia Jaya dari stunting. Dari yang sekarang 10 balita menjadi zero (nol),” kata Sudarsono disambut tepuk tangan para undangan. (advertorial/s1)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved