Telpon Macron, Putra Mahkota Abu Dhabi: Nabi Muhammad Tak Ada Hubungan dengan Kekerasan

Pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas dua insiden penyerangan yang diduga terkait isu agama dalam kurun waktu sebulan terakhir di Prancis.

Penulis: tidakada007 | Editor: Rusmiadi
AFP/ROSLAN RAHMAN
Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan. 

Telpon Presiden Prancis, Putra Mahkota Abu Dhabi: Nabi Muhammad Tak Ada Hubungan dengan Kekerasan

POSBELITUNG.CO - Putra Mahkota Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan mengecam kekerasan terkait isu agama yang baru-baru ini terjadi di Prancis.

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikannya melalui sambungan telepon kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Diketahui sebelumnya pernyataan Macron menuai sorotan dari masyarakat Islam dunia karena dinilai telah menyinggung Nabi Muhammad.

Pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas dua insiden penyerangan yang diduga terkait isu agama dalam kurun waktu sebulan terakhir di Prancis.

Dalam sambungan telepon dengan Macron, Sheikh Mohamed mengutuk aksi terorisme tersebut di Prancis.

Ia menyampaikan belasungkawa terhadap korban jiwa dalam penyerangan itu dan berharap korban-korban luka segera diberikan kesembuhan.

"Aksi kekerasan yang kejam ini tidak sesuai dengan ajaran dan prinsip-prinsip yang diajarkan semua agama, yang selalu menjunjung tinggi perdamaian, toleransi, cinta kasih, dan kemanusiaan," tegas Sheikh Mohammed, dikutip dari situs kantor berita UEA WAM, Minggu (1/11/2020).

Selain itu, Sheikh Mohamed menekankan penolakan terhadap ujaran kebencian.

"(Ujaran kebencian) menimbulkan dampak negatif dan berbahaya dalam relasi antarumat manusia di berbagai negara dan kepercayaan, dan hanya memberikan keuntungan pada mereka yang ekstremis," jelas sang putra mahkota.

Sheikh Mohamed turut angkat bicara tentang insiden kekerasan berbasis agama yang terjadi di Prancis.

"Nabi Muhammad merepresentasikan kesucian bagi seluruh umat Muslim, dan tidak ada kondisi apapun yang dapat membuat Nabi Muhammad dihubungkan dengan kekerasan atau politisasi," tegas Deputi Komandan Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA ini.

Sebagai perwakilan dari negara dengan mayoritas pemeluk Islam, Sheikh Mohamed menjelaskan pentingnya toleransi dan kerja sama di komunitas dunia.

Selain itu, Sheikh Mohamed juga menyampaikan persahabatan yang erat tetap terjalin di antara kedua belah negara.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved