Breaking News:

Advertorial

Bupati Belitung Buka Festival Pangkallalang, Dimeriahkan dengan Makan Bedulang Hingga Masak Gangan

KELURAHAN Pangkallalang, Kecamatan Tanjungpandan menggelar Pembukaan Festival Pangkallalang, Selasa (3/11/2020). Festival secara resmi dibuka oleh Bup

Bupati Belitung Buka Festival Pangkallalang, Dimeriahkan dengan Makan Bedulang Hingga Masak Gangan - peresmian-festival-pangkallalang.jpg
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
PERESMIAN FESTIVAL PANGKALLALANG - Bupati Belitung H Sahani Saleh saat meresmikan Festival Pangkallalang, Tanjungpandan, Selasa (3/11).
Bupati Belitung Buka Festival Pangkallalang, Dimeriahkan dengan Makan Bedulang Hingga Masak Gangan - peresmian-festival-pangkallalang-1.jpg
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
PERESMIAN FESTIVAL PANGKALLALANG - Bupati Belitung H Sahani Saleh saat meresmikan Festival Pangkallalang, Tanjungpandan, Selasa (3/11).

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kelurahan Pangkallalang, Kecamatan Tanjungpandan menggelar Pembukaan Festival Pangkallalang, Selasa (3/11/2020).

Festival secara resmi dibuka oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh melalui pemukulan gong yang disaksikan Lurah Pangkallalang M Lusin Kuswantoro S.IP.

Hadir pula Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, Camat Tanjungpandan Sanwani, Anggota DPRD Belitung Syukri Gumay, serta tokoh masyarakat.

Festival dimeriahkan dengan beragam gelaran lomba seperti lomba penyajian makan bedulang, lomba berpantun, menyanyi lagu daerah, dan lomba memasak gangan. Stan dari pelaku UMKM di Kelurahan Pangkallalang pun turut unjuk produk.

“Tujuannya menguatkan seni budaya dan menggiatkan UMKM yang terpuruk dengan Covid. Alhamdulillah ada 28 stan dan 36 yang asongan, itu saja tidak terbendung, artinya kegiatan ini disambut antusias warga,” kata Lurah Pangkallalang, M Lusin Kuswantoro.

Menurutnya, kegiatan itu memang didasarkan pada upaya penguatan seni budaya. Makanya lomba-lomba yang dihadirkan juga berhubungan dengan adat-istiadat dan budaya Belitung. Bahkan di samping lomba, pihaknya juga akan menggelar sarasehan sebagai musyawarah adat istiadat yang harus diterapkan di Pangkallalang. Sekaligus pergantian kepengurusan lembaga adat Melayu.

Tak hanya pembukaan Festival Pangkallalang saja, dalam kegiatan itu kelurahan tersebut juga mendeklarasikan sebagai kelurahan layak anak. Deklarasi disampaikan oleh lurah bersama segala unsur kemasyarakatan seperti tokoh pendidik, tokoh agama, dunia usaha, dan perwakilan anak.

Kemudian wahana bermain anak yang disebut sebagai Belitung Children Eco Park, Taman Layak Anak yang berlokasi tepat di depan kantor lurah pun turut diresmikan oleh Bupati Belitung.

Pada kesempatan itu juga, Bupati Belitung H Sahani Saleh mengapresiasi langkah yang digelar oleh pihak Kelurahan Pangkallalang. Apalagi festival ini membangkitkan kembali UMKM di desa atau kelurahan setelah terdampak Covid-19.

“Dengan adanya kelurahan mengadakan kegiatan seperti ini berarti merangsang kembali dan beraktivitas kembali dalam pengembangan usaha dan pengembangan perekonomian secara mandiri,” ucap dia.

Sanem juga memuji beragam lomba yang digelar dengan memerhatikan adat-istiadat, seperti lomba pantun. Ke depan, kata dia, bisa pihak kelurahan juga bisa membudayakan olahraga tradisional seperti kasti. “Jangan melupakan adat istiadat, karena indahnya Belitung itu karena adat istiadat dan budaya,” ucapnya.

Dalam festival tsb juga akan dilaksanakan kegiatan Ngumpil di Tegil Pangkallalang, yaitu bersepeda menelusuri tegil tegil di Pangkallalang yang antara lain adalah melewati kampung tani Gunung Payung, sebagai salah satu upaya menggali potensi wisata. (advertorial/del)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved