Breaking News:

Makin Dekat Jadi Presiden Amerika Serikat, Electoral Vote Joe Biden Unggul Jauh dari Donald Trump

Adapun seseorang bisa menjadi presiden Amerika Serikat apabila berhasil mengumpulkan 272 Electoral Vote dalam pemilu.

Tangkap layar CNN
Joe Biden Klaim kemenangannya di Pilpres 2020 

Misalnya jika seorang capres menang 50,1 persen suara di Texas, dia akan mendapat semua dari 38 electoral votes di negara bagian itu.

Oleh karena itu capres bisa menjadi presiden AS dengan memenangkan sejumlah negara bagian krusial, meski memiliki suara publik yang lebih sedikit dari seluruh negeri.

Baca juga: Gugatan Cerai Terhadap Artis Ratu Felisha, Ini Penjelasan Humas PA Jaksel Soal Alasan perceraian

Hanya negara bagian Maine dan Nebraska yang menggunakan metode "distrik kongresional".

Artinya, satu elector dipilih di setiap distrik kongresional berdasarkan pilihan rakyat.

Sedangkan dua electors lainnya dipilih berdasarkan pilihan terbanyak rakyat di seluruh negara bagian.

Inilah sebabnya mengapa para capres menargetkan negara bagian tertentu, daripada mencoba memenangkan sebanyak mungkin suara publik di seluruh penjuru negeri.

Adakah capres yang kalah popular vote tapi menang pilpres?

Ada dua dari lima pilpres terakhir yang dimenangkan oleh capres dengan suara publik lebih rendah dibandingkan lawannya.

Terbaru, pada 2016 Donald Trump kalah hampir 3 juta suara publik dari Hillary Clinton tapi berhak menduduki kursi nomor 1 di Gedung Putih karena menang mayoritas di Electoral College.

inquisitr.com
Donald Trump dan istrinya, Melania Knauss.
inquisitr.com Donald Trump dan istrinya, Melania Knauss. (inquisitr.com Donald Trump dan istrinya, Melania Knauss.)

Sebelumnya pada 2000 George W Bush juga menang di Electoral College dengan 271 suara, meski Al Gore dari Partai Demokrat unggul lebih dari 500.000 suara di popular votes.

Halaman
1234
Editor: Kamri
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved