Breaking News:

Pemerintah Manfaatkan Pandemi Covid-19 untuk Mempercepat Transisi Energi

Pandemi tealh memberikan efek berganda pada aspek sosial dan ekonomi, termasuk subsektor ketenagalistrikan.

Istimewa/dokumentasi PT. Angkasa Pura II.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC) Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (25/9/2020). 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Pemerintah berencana memanfaatkan momentum wabah Covid-19 untuk mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, mengakui pandemi tealh memberikan efek berganda pada aspek sosial dan ekonomi, termasuk subsektor ketenagalistrikan.

Namun, situasi sulit saat ini dinilai perlu digunakan sebagai momentum mendorong transisi energi untuk menjaga ketahanan energi.

"Situasi sulit yang kita hadapi saat ini dapat digunakan sebagai momentum untuk mendorong percepatan transisi energi melalui pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi dalam menjaga ketahanan energi, sekaligus mewujudkan kemandirian energi jangka panjang," tuturnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2020).

Lebih lanjut, Arifin menjabarkan berbagai kebijakan yang telah dilakukan pemerintah untuk memanfaatkan momentum tersebut. Seperti misal fleksibilitas pengembangan pembangkit EBT dalam RUPTL PLN 2019-2028.

"Pencapaian target bauran dan penambahan pembangkit EBT dapat dilakukan di luat rincian RUPTL tersebut sesuai dengan kebutuhan sistem kelistrikan lokal," ujarnya.

Pemerintah juga mendorong pengembangan fasilitas smart grid. Sesuai Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2019-2038, pada tahun 2020, smart grid telah mulai diimplementasikan di beberapa daerah di Jawa-Bali dan secara bertahap diterapkan pada sistem di luar Jawa-Bali.

"Penggunaan smart grid memungkinkan sistem pengaturan tenaga listrik secara efisien, menyediakan keandalan pasokan tenaga listrik yang tinggi, pemanfaatan sumber EBT, dan memungkinkan partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik," imbuhnya.

Selain itu, pemerintah sedang melakukan revisi grid code, yang masih dalam proses pembahasan, serta diharapkan akan segera selesai.

Kemudian pengembangan distributed generation, micro-grid, dan distributed storage, di mana PLN tengah melakukan studi pemasangan baterai di Bali dengan kapasitas 50 MW/200MWh.

Halaman
12
Editor: Tedja Pramana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved