Breaking News:

Indonesia Resesi Ekonomi, Berikut Cara Pengeloaan Keuangan Hingga Investasi Yang Jadi Pilihan

Indonesia resmi mengalami resesi setelah pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 juga mencatat pertumbuhan -5,32 persen.

KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi pengelolaan uang disaat masa resesi ekonomi 

POSBELITUNG.CO - Kondisi perekonomian Indonesia saat ini sudah memasuki jurang resesi, dampak dari pandemi virus corona yang masih terus berlangsung.

Terjadinya resesi ekonomi yang dialami Indonesia saat ini, setelah produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen (year on year/yoy).

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara membagikan tips mengelola keuangan di tengah resesi.

Menurut Bhima, dalam mengelola keuangan di masa resesi wajib memprioritaskan dana untuk kebutuhan pokok.

Di antaranya adalah untuk bahan pangan, obat-obatan, tagihan listrik, air, hingga kuota internet.

"Baru setelah itu kebutuhan yang sifatnya sekunder, seperti beli baju atau kendaraan baru," ujar Bhima, beberapa waktu lalu.

Selain itu, pada kondisi resesi, menurutnya masih penting bagi setiap orang untuk mengalokasikan dana darurat.

Dalam kondisi pandemi dan risiko kehilangan pekerjaan seperti saat ini, lanjut Bhima, dana darurat setidaknya sebesar 20-40 persen dari pendapatan.

"Jika mendadak sakit atau diputus kontrak dari perusahaan, masih ada cadangan cash untuk bertahan hidup," kata dia.

Sementara itu, masih diperlukan dana untuk melakukan investasi ke aset yang aman seperti emas atau logam mulia.

Halaman
1234
Editor: Rusmiadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved