Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Pilpres Amerika Serikat Seperti Pemilu Republik Pisang, Rakyat Afrika Tertawakan Sikap Donald Trump

Donald Trump telah lebih dulu mengumumkan kemenangannya disaat proses penghitungan suara belum selesai dan minta dihentikan

SAUL LOEB / AFP
Ekspresi Donald Trump ketika mengunjungi markas kampanyenya di Arlington, Virginia, 3 November 2020. 

Ironisnya, kritikan untuk kerusuhan di Tanzania itu malah terjadi di Amerika Serikat.

Debat terakhir dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) antara Donald Trump (kiri) dan Joe Biden (kanan), Kamis (22/10/2020).
Debat terakhir dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) antara Donald Trump (kiri) dan Joe Biden (kanan), Kamis (22/10/2020). (Capture YouTube News.com.au)

Dilansir Daily Beast, Trump seakan menyatakan kemenangan prematur disaat perhitungan suara masih berjalan. 

Menyiratkan pesan bahwa penghitungan semua surat suara setelah pemungutan suara ditutup entah bagaimana mirip dengan kecurangan pemilihan.

Diketahui, Menlu Pompeo pada Selasa (3/11/2020) menulis cuitan bahwa ia merasa prihatin dengan penyimpangan pemilu, penangkapan bermotif politik, dan kekerasan dalam pemilihan Tanzania.

BACA JUGA:

--> Bentrok Massa di Amerika Serikat, Bendera Dibakar Lemparkan Bom Molotov, Toko-Toko Rusak Diserang

--> Kamala Harris Turunan India Sosok Calon Wakil Presiden Pendamping Joe Biden, Ini Biografinya

Pada hari Rabu-nya, Kedutaan Besar AS untuk Pantai Gading mencuit peringatan serupa.

Pihaknya meminta agar pemimpin di Tanzania menunjukkan komitmen terhadap proses demokrasi dan supremasi hukum.

Padahal di Pantai Gading sendiri, saat ini terjadi sengketa pemilu, dimana oposisi tidak setuju dengan terpilihnya Presiden Alassane Ouattara dan mengatakan akan membentuk pemerintahan sendiri.

Halaman
1234
Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved