Breaking News:

Berita Belitung Timur

Burhanudin Ditanya Percepatan Pemangkasan Birokrasi, Yuri Soal Pemerataan Ekonomi, Ini Jawabannya

Pelaksanaan Debat Pertama dalam Pilkada Beltim, Kamis (5/11/2020) malam mempertemukan dua pasang kandidat

Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Kedua pasang calon berfoto seusai debat, Kamis (5/11/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Pelaksanaan Debat Pertama dalam Pilkada Beltim, Kamis (5/11/2020) malam mempertemukan dua pasang kandidat kepala daerah yaitu Burhanudin - Khairil Anwar dan Yuri Kemal - Nurdiansyah. Mereka saling adu visi misi demi memenangkan suara pemilih.

Dalam sesi pertama moderator Prof. Dr. Dwi Haryadi, M.H mempersilakan kedua pasang calon saling menanyakan visi misi lawan. Kesempatan pertama diberikan kepada Calon Bupati Burhanudin.

Ia menanyakan kepada pasangan nomor dua, "Dalam visi Anda disebutkan soal pemerataan struktur ekonomi Beltim. Dapatkah saudara calon bupati menjelaskan secara konkrit bagaimana pemerataan struktur ekonomi beltim yang disesuaikan dengan potensi desa, sedangkan potensi dan karakteristik warga antar desa sangat berbeda?".

Kemudian Calon Bupati Yuri menjawab akan menggali potensi setiap desa lewat BUMDES yang ada. Ia mengatakan harus dilakukan percepatan ekosistem ekonomi dalam bidang terutama perikanan, pertanian, perkebunan, dan peternakan. Menurutnya hal tersebut perlu dimaksimalkan dengan ciri kedaerahan masing-masing untuk dilakukan akselerasi peningkatan hasil produksi dan nilai tambah serta angka transaksi yang keluar dari Beltim.

"Hal tersebut dengan berfokus pada pembenahan manajemen, mengundang investasi, dan promosi hasil produksi masyarakat Beltim sehingga bisa menekan angka inflasi," ujar Yuri.

Kemudian, lanjutnya, dalam mendukung semua itu terwujud ia juga punya program bupati berkantor di desa. Menurutnya program ini bisa memangkas birokrasi karena pemimpin daerah bisa secara langsung tahu dan bagaimana kondisi 39 desa di Beltim. Dengan program itu pula, ia mengatakan akan tercipta sinergi antara pemerintah dengan masyarakatnya. Yuri bilang sinergi ini bisa memajukan pemerataan struktur ekonomi yang produktif dan berdaya saing.

"Pemerataan akan memberikan stimulan produksi. Pemda punya kewenangan pendampingan, kemitraan, dan pembangunan teknologi produksi yang terencana yang bisa mendukung hal itu terwujud," tutupnya.

Kemudian moderator menyilakan Yuri memberikan pertanyaan kepada Burhanudin, yaitu, "bagaimana cara paslon satu melakukan percepatan pemangkasan birokrasi dalam rangka layanan dan akses kepada pemimpin dalam masa covid-19?".

Burhanudin menjawab mengenai masalah birokrasi dan interaksi dengan masyarakat sebenarnya sudah diatur dalam UU, PP, Permendagri, dan peraturan lainnya sehingga dalam melaksanakannya upaya melakukan pendekatan dan memberikan optimalisasi pelayanan masyarakat yang berbasis pelanggan, ia ingin birokrasi memanfaatkan secara optimal untuk turun ke masyarakat mendengar secara langsung.

"Saya setiap kampanye nomor HP disebar. Di jaman 4.0 tak perlu lagi turun ke bawah, turun ke bawah wajib, seperti ke camat kades, dan masyarakat, itu wajib. Tapi di era sekaranf masyarakat bisa setiap detik dan menit berkomunikasi dengan kita pakai handphone. Artinya dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat dan mengoptimalkannya cukup pakai teknologi. Birokrat harus mampu memanfaatkannya," kata Burhanudin.

Burhanudin juga menanggapi mengenai program berkantor di desa, menurutnya harus menghargai UU 6/2014 soal desa. Ia mengatakan ada hak otoritas kepala desa dan kepala daerah tidak perlu mengintervensi dan mencampuri teritorial wilayah desa tersebut.

"Tapi bagaimana peran kita sebagai kepala daerah mengonektivitaskan itu, berkomunikasi dan membuat jadi komunikatif yang baik dalam mewujudkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tutupnya.

(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved