Breaking News:

Jika Kalah dalam Pilpres Amerika , Donald Trump Tak dapat Lagi Perlakuan Spesial dari Twitter

Donald Trump harap-harap cemas karena saat ini raihan suara rivalnya Joe Biden lebih banyak ketimbang dirinya.

AFP/MANDEL NGAN AND JIM WATSON
Calon Presiden Partai Demokrat Joe Biden (kiri) dan Calon Presiden Partai Republik Donald Trump. 

POSBELITUNG.CO -- Donald Trump harap-harap cemas karena saat ini raihan suara rivalnya Joe Biden pada pemilihan Presiden Amerika lebih banyak ketimbang dirinya.

Apalagi saat ini banyak warga Amerika yang tidak bersimpati selama dirinya memimpin negara Adidaya itu.

Selama ini Donald Trump juga diketahui sering memanfaatkan media sosialnya melalui Twitter setiap menyampaikan pendapatnya hingga kampanye yang dilakukannya

Bahkan Donald Trump sudah membuat sejumlah tudingan terkait hasil pemungutan suara.

Padahal, hasil pemungutan suara masih terus dihitung.

Dikutip dari Kompas, Joe Biden hampir memperoleh 270 suara Electoral College (Dewan Elektoral) pada Rabu (4/11/2020) malam waktu setempat.

Sementara Donald Trump memperoleh 214 suara elektoral dalam Pilpres AS 2020.

Terkait dengan ancaman kekalahannya, Donald Trump tak hanya kehilangan jabatannya sebagai presiden jika ia kalah, tapi juga perlakuan khusus yang didapatnya dari Twitter.

Dilansir The Guardian, Twitter telah mengkonfirmasi, jika Trump meninggalkan Gedung Putih, ia tidak lagi mendapat perlakuan khusus yang disebut "newsworthy individual" atau individu yang layak diberitakan.

Kebijakan Twitter mengenai kelayakan berita melindungi orang-orang tertentu - seperti pejabat terpilih dengan lebih dari 250.000 pengikut - dari penangguhan atau pemblokiran akun.

Halaman
1234
Editor: nurhayati
Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved