Breaking News:

Dishub Belitung Timur Akui Pelayanan Belum Maksimal, Crane Rusak Jadi Penyebab

Pihaknya meminta maaf belum dapat memperbaiki semuanya sesegera mengingat keterbatasan sarana.

posbelitung/suharli
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung Timur, Adlan Taufik saat berada diruang kerjanya Selasa, (10/11/2020) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung Timur, Adlan Taufik mengakui Lampu Penerang Jalan Umum (PJU) di beberapa ruas jalan di wilayah Belitung Timur mengalami kerusakan. Pihaknya meminta maaf belum dapat memperbaiki semuanya sesegera mengingat keterbatasan sarana.

Menurutnya hal itu karenakan sarana perbaikan seperti mobil crane milik Dishub tidak dapat bekerja maksimal satu diantara bahkan masih di bengkel dan belum tahu selesai perbaikannya.

"Kalau memang semua kondisi itu bisa terpenuhi (crane) kami akan mendetailkan paling tidak daerah rawan (rusak) atau daerah sering sekali macet kerjasama dengan pihak lain," ujar Taufik kepada posbelitung.co, Selasa (10/11/2020)

"Karena semua kepentingan masyarakat karena mereka sudah membayar pajak PJU itu
harus kami penuhi itu kewajibakan kami di Pemda terutama di Dinas Perhubungan, kami dari Dinas minta maaf dalam kondisi ini kami menata ulang karena kondisi sarana kami memang sudah 10 tahun (mobil crane) satu sarana kendaraan sedang diperbaiki sudah tiga bulan ini belum selesai," imbuhnya.

Sebanyak 2503 titik lampu yang ada di Belitung Timur dengan wilayah sedemikian luas, Dishub terkendala kalau untuk menempuh jarak yang agak jauh sebab sarana yang berfungsi saat ini hanya satu crane.

Menurut Taufik, ideal untuk kabupaten Belitung Timur minimal ada tiga crane untuk perawatan PJU, tiga crane itu bisa diperuntukan manggar kearah Simpang Tiga, Manggar- Kelapa Kampit dan Manggar ke arah Simpang Pesak.

"Jadi ada tiga tim, kalau SDM kami rasa sudah mumpuni dan sudah cukup," ujarnya.

Sedangkan untuk jumlah stok perbaikan sudah ada di Dishub hanya saja lagi-lagi terkendala sarana, menurutnya laporan masyarakat dan kendala jaringan harus cepat ditangani oleh mereka.

"Kalau ada komplain masyarakat, nah kami wajib menjawab itu, karena kewajiban mereka sudah terbayar lewat pajak penerangan, sementara kami belum bisa memenuhi kewajiban itu (pelayanan) secara maksimal, itu menjadi koreksi bagi kami terutama untuk perbaikan-perbaikan lampu jalan dan rambu," ujarnya.

Kedepan, Taufik mengatakan sudah melakukan rapat dengan TAPD, Dishub mendapatkan alokasi pada tahun 2021 penambahan 1 crane dengan anggaran Rp 1,2 miliar.

"Artinya kami sedang memaksimalkan itu, karena ini sifatnya e-katalog, mudah-mudahan pengadaan itu bisa cepat sehingga bisa di maksimalkan dalam pekerjaan-pekerjaan yang harus dibutuhkan sekarang," ujarnya.

Dia menambahkan dalam rapat tersebut juga disampaikan kedepannya jangan hanya terhenti bertambah 1 crane saja, mengingat dua crane lainnya sudah berusia 10 tahun, perlu adanya regenerasi.

"Setelah kondisi ekonomi membaik, paling tidak kami bisa menambah lagi crane tahun anggaran 2023 untuk dishub, karena 1 crane bagus dengan 2 crane yang tidak maksimal juga akan menjadi masalah untuk perbaikan," bebernya. 

(posbelitung.co,suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved