Breaking News:

Putra Mahkota Arab Saudi Berjanji Lawan Ekstremis Tanpa Ampun, Pasca Serangan di Jeddah

Serangan pada hari Rabu (11/11/2020) di Jeddah menyebabkan sedikitnya dua orang terluka, termasuk seorang polisi Yunani dan seorang pejabat Saudi.

Editor: Rusmiadi
EPA
Putra mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman 

POSBELITUNG.CO - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berjanji akan melawan ekstremis dengan "tanpa ampun", pasca terjadinya pemboman terhadap pertemuan diplomat Barat.

Aksi pemboman itu diklaim ISIS sebagai dalangnya. Ledakan bom itu menghantam peringatan Perang Dunia I di sebuah pemakaman non-Muslim di Jeddah pada Rabu (11/11/2020).

Kejadian ini berselang dua pekan setelah seorang penjaga di konsulat Perancis di kota Laut Merah terluka oleh seorang warga Saudi yang memegang pisau.

Itu terjadi saat Arab Saudi mempersiapkan KTT para pemimpin G20 pada akhir bulan ini, yang pertama diselenggarakan oleh sebuah negara Arab.

Serangan itu, ditandai sebagai kemarahan Muslim atas kartun satir Nabi Muhammad di Perancis.

"Kami akan terus menghadapi setiap...perilaku dan ide ekstremis," kata Pangeran Mohammed dalam pidatonya di Dewan Syura, badan penasihat pemerintah tertinggi, seperti yang dilansir dari AFP pada Kamis (12/11/2020).

"Kami akan terus menyerang dengan 'tangan besi' semua orang yang ingin merusak keamanan dan stabilitas kami," lanjutnya, menurut transkrip pidatonya yang diterbitkan oleh Kantor Pers Saudi.

Pangeran Mohammed, penguasa de facto kerajaan, memperingatkan mereka yang ingin melakukan tindakan ekstremis dengan "hukuman yang menyakitkan dan berat".

Serangan pada hari Rabu (11/11/2020) di Jeddah menyebabkan sedikitnya dua orang terluka, termasuk seorang polisi Yunani dan seorang pejabat Saudi.

Seorang warga negara Inggris juga diduga mengalami luka-luka.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved