Breaking News:

Rencana Reklamasi Tanjungpendam Pernah Ditolak Masyarakat

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani mengatakan rencana reklamasi Pantai Wisata Tanjungpendam bukan sesuatu yang baru.

Pos Belitung/Disa Aryandi
Ketua DPRD Belitung Taufik Rizani 

POSBELITUNG.CO -- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani mengatakan rencana reklamasi Pantai Wisata Tanjungpendam bukan sesuatu yang baru.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Belitung periode 2013-2014 dan 2014-2019 itu menyebut bahwa pemda pernah mendapat anggaran dari Kementerian PUPR sekitar Rp 100 miliar untuk kegiatan reklamasi Pantai Tanjungpandan ke arah Jembatan Kubu sepanjang satu kilometer.

Tetapi pada saat tahapan sosialisasi, masyarakat setempat keberatan rencana tersebut dengan alasan akan kesulitan melakukan aktivitas di pesisir seperti mencari kerang, udang dan lainnya.

"Saya turun sosialisasi bersama Kadis PUPR Hasanudin pada jaman itu. Tapi masyarakat Tanjungpendam keberatan atas dasar itu lah sosialisasi tidak kami teruskan dan dana itu ditarik kembali dari Kementerian," ungkap Taufik kepada posbelitung.co, Jumat (13/11/2020).

Oleh sebab itu, dirinya menyarankan agar rencana reklamasi itu kembali dilemparkan kepada masyarakat untuk melihat respon mereka.

Sebab, pemerintah tidak bisa memaksakan pembangunan tanpa persetujuan dari masyarakat yang akan merasakan dampak dari pembangunan tersebut.

Namun dirinya berharap masyarakat harus berpikir ke depan karena selain penyempitan, area Tanjungpendam juga terancam abrasi.

"Jadi kembali lagi harus melihat reaksi masyarakat. Apakah selama bertahun-tahun kemarin ada yang sukses dari kegiatan mencari kerang atau udang tadi, atau memang harusbl direklamasi demi menunjang pariwisata kita," ujarnya.

Ia menilai jika melihat situasi dan kondisi Pantai Tanjungpandan sebagai destinasi di tengah Kota Tanjungpandan memang sudah sempit.

Sehingga pemda kesulitan menggelar event besar terutama berkaitan arus keluar masuk kendaraan.

Oleh sebab itu, saat Pemkab Belitung ingin kembali mengulang perencanaan tersebut melalui Kementerian PUPR.

Bahkan Bupati Belitung Sahani Saleh sudah menyampaikan tentang sinkronisasi rencana pengerukan kolam dan alur oleh PT Pelindo II Cabang Tanjungpandan agar dumping area dialihkan ke Tanjungpandan untuk reklamasi.

"Sebenarnya dulu kami pernah kunjungan ke Karimun Jawa, di sana PT Timah punya kapal yang khusus menimbun daratan itu. Nantinya daratan itu akan menjadi hak pemda seutuhnya," ungkap Taufik.

Dirinya yakin bahwa Kementerian PUPR akan mendukung rencana perluasan area Pantai Tanjungpendam.

Mengingat tujuannya demi meningkatkan pariwisata dan Tanjungpendam sampai saat ini menjadi destinasi tengah kota sekaligus tempat berkumpul masyarakat. (posbelitung.co /dede s)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved