Breaking News:

Advertorial

Terobosan Bupati Belitung Tangani Imbas Pandemi Covid-19

BUPATI Belitung, H Sahani Saleh hadir sebagai bintang tamu pada dialog Ruang Kita dengan tuan rumah Pimpinan Redaksi Bangka Pos Group, Ibnu Taufik Juw

Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Foto bersama setelah dialog Ruang Kita di Kantor Pos Belitung, Jalan Gaparman, Tanjungpandan, Selasa (17/11). 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Bupati Belitung, H Sahani Saleh hadir sebagai bintang tamu pada dialog Ruang Kita dengan tuan rumah Pimpinan Redaksi Bangka Pos Group, Ibnu Taufik Juwariyanto, Selasa (17/11/2020).

Pada kesempatan itu, ia membahas seputar pengendalian Covid-19 serta penanganan dampak pandemi. Juga bercerita pengalaman pribadinya menjadi orang pertama yang di-SWAB test di Belitung.

Menurutnya, berdasarkan kasus-kasus Covid-19 berasal dari klaster luar daerah yang dibawa setelah ada dinas luar. Makanya klaster penyebaran pun banyak terjadi di instansi. Sejak kasus pertama Maret lalu hingga tiga bulan kemudian, kata dia, permasalahan yang dihadapi bukan hanya penyakit yang disebabkan virus corona saja.

Namun dampaknya justru lebih luas, menyangkut urusan perekonomian hingga pariwisata.

Setelah dikaji lebih jauh, baik dengan tim medis maupun tim gugus tugas, ia menarik kesimpulan bahwa penanganan bukan hanya pada pandemi, tapi juga penanganan terhadap imbasnya.

“Kami mulai merumuskan new normal, dalam tatanan kehidupan, perang melawan Covid,” katanya.

Lalu pada 17 Juni pihaknya merumuskan standar operasional (SOP) protokol kesehatan yang memuat 10 aspek bidang kehidupan seperti pendidikan, tempat hiburan, dan pariwisata.

Ia pun menggeber agar proses sosialisasi ke masyarakat tuntas pada 30 Juni. Sehingga normal baru diterapkan pada 1 Juli, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT).

Mengusung jargon tampang lamak perangai baru, bermakna bahwa meskipun orang yang biasa, namun memiliki perilaku baru seperti memakai masker dan rutin mencuci tangan. Menyusul kemudian sanksi bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker didenda Rp 50.000.

Dari situlah juga, beberapa hari kemudian sekolah dari TK hingga SMP dibuka. Bahkan ia menyebut, rencananya 2021 sekolah di Belitung akan dibuka seperti biasa, sambil tetap mengacu aturan protokol kesehatan.

“Justru dipantau mendidik anak disiplin penerapan 4M, sehingga terbawa di rumah. Dari kebiasaan di sekolah mereka bawa ke rumah, justru anak menasihati orang tua (agar menerapkan protokol kesehatan),” jelasnya.

Dalam bidang pariwisata, ia menyebut Belitung siap dalam menyambut wisatawan di masa pandemi Covid-19.

Meski kini masih terkendala kondisi penerbangan dari Jakarta. Sedangkan penerbangan dari dan ke luar negeri, ia menyebut juga terus menjalin komunikasi dengan pihak maskapai agar Belitung terhubung ke Malaysia dan Singapura.

Namun kini belum bisa beroperasi karena negara tersebut masih menutup akses ke luar negeri. Tapi ketika akses terbuka, maka penerbangan Kuala Lumpur-Belitung atau Singapura-Belitung juga sebaliknya bakal segera beroperasi. (advertorial/del)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved