PKBM Mendanau Olah Abon dari Kepiting dan Cumi
Abon atau di Belitung lebih dikenal dengan sebutan sambal lingkong biasanya diolah dari ikan
Penulis: Adelina Nurmalitasari |
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Abon atau di Belitung lebih dikenal dengan sebutan sambal lingkong biasanya diolah dari ikan. Namun pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) Mendanau sambal lingkong diolah dari cumi dan kepiting.
Keterampilan pengolahan hasil laut itu diajarkan pada ibu-ibu melalui pelatihan beberapa waktu lalu. Kemudian, produk tersebut ditampilkan pada Gebyar Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Mandiri (GP3M) di halaman Gedung Nasional Tanjungpandan, Kamis (19/11/2020).
"Kami coba (olah abon dari cumi dan kepiting, red), ternyata hasil olahan berhasil. Rasanya lebih gurih (dari abon ikan) dan harga jualnya lebih tinggi daripada hanya dijual mentah," kata Kepala PKBM Mendanau Ismail.
"Saya juga minta ibu-ibu tidak boleh memakai penyedap, rasanya asli ketam (kepiting) dan cumi," imbuhnya.
Pelatihan yang diikuti 50 perempuan tersebut tak hanya membekali keterampilan pengolahan sambal lingkong saja, tapi juga kerupuk berbahan cumi dan kepiting. Kebanyakan peserta sebelumnya juga ada yang telah memproduksi kerupuk atau abon berbahan ikan, tapi belum ada yang membuat dari bahan lain.
Setelah pelatihan, dua kelompok peserta diberikan modal yang bisa dimanfaatkan membeli bahan-bahan.
"Modalnya kami putar, ikan, cumi, dan ketam masing-masing beli 10 kilogram, lalu ditingkatkan lagi, modalnya berputar," jelas dia.
Produksi sambal lingkong dan kerupuk juga terus dilakukan. Kata Ismail, banyak pesanan yang masuk, satu di antaranya dari wisatawan yang memesan abon cumi dan kepiting agar bisa dibawa ke Jerman.
"Sekitar 20 bungkus, awal November ini. Kami kan pelatihan lah mulai dari September," kata dia. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/gp3m.jpg)