Breaking News:

Aryani Lipat Ribuan Surat Suara Pilkada Beltim 2020, Tidak Gentar Tapi Tetap Hati-hati

Aryani terlihat begitu serius duduk selonjor di lantai bersama 53 orang lainnya di Gudang Logistik KPU Beltim, Rabu (25/11/2020) pagi.

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Ketua KPU Beltim Rizal saat memantau pelipatan dan penyortiran yang dilakukan masyarakat, Selasa (25/11/2020). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG TIMUR - Aryani terlihat begitu serius duduk selonjor di lantai bersama 53 orang lainnya di Gudang Logistik KPU Beltim, Rabu (25/11/2020) pagi.

Ia hari ini kebagian melipat kertas surat suara untuk pemilihan kepala daerah Belitung Timur tahun 2020. Sedangkan yang lain kebagian menyortir, merapikan, dan mengikat surat suara.

Ia yang sering disapa Mak Ani ini bercerita kepada posbelitung.co tidak ada rasa gentar atau takut saat melipat surat suara ini. Hal ini karena dirinya sudah beberapa kali melakukan ini sejak pemilihan-pemilihan umum sebelumnya.

"Sudah beberapa kali melipat begini jadi tidak serem lagi. Tapi tetap harus hati-hati karena ini kan untuk pemilih nanti jangan sampai rusak atau apa kan," ujar Mak ani.

Ia menyoroti upah yang diterimanya dalam melipat surat suara ini. Menurutnya ia bersama puluhan orang lainnya mendapat upah Rp 200 per surat suara. Hal ini berbeda dengan upah dalam pelipatan pemilihan sebelumnya dengan selisih 100 rupiah.

"Tapi tidak apa-apa mungkin karena lagi covid juga kan," katanya ikhlas.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua KPU Belitung Timur Rizal mengatakan mulai Selasa (24/11/2020) kemarin sudah mulai proses sortir dan lipat. Kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat sekitar Manggar. Ia memperkirakan hari ini proses ini selesai.

Penyortiran dan pelipatan ini melibatkan masyarakat dan mereka terlihat antusias karena ada honorariumnya. Menurut Rizal ada upah sebesar 200 rupiah per lembar.

Rizal bilang pihaknya bersama dengan unsur pengamanan mengamankan proses ini agar tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi.

Tujuan dari proses ini, lanjutnya, ialah memastikan surat suara tidak ada kerusakan dan menjamin surat suara ini sampai di tangan pemilih dalam kondisi baik.

"Saat diberikan kepada pemilih pun nanti pada saat pemilihan akan dibuka dulu sebagai upaya recheck agar kertas durat suara benar-benar clean," kata Rizal.

Nantinya setelah surat suara ini selesai dilipat maka akan dihitung apakah sesuai dengan jumlah yang harus dicetak. Ketika nanti jumlahnya kurang, maka pihak KPU akan segera menyurati pihak percetakan supaya mengganti surat suara yang rusak ataupun kurang. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved