Breaking News:

Wisata Belitung

Rintis Wisata di Pulau Terluar Belitung, Tawarkan Potensi Bahari Berlimpah Nan Mempesona

Mereka yang hobi bertualang, menyukai tantangan, dan senang mengeksplorasi tempat-tempat baru pasti cocok dengan destinasi ini.

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Khamelia
IST/Dok On Dip Water Tour n Travel
Seorang nelayan memancing di lepas pantai Pulau Sumedang beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Mereka yang hobi bertualang, menyukai tantangan, dan senang mengeksplorasi tempat-tempat baru pasti cocok dengan destinasi ini. Namanya Pulau Sumedang, pulau terluar Belitung. 

Setidaknya butuh enam jam perjalanan laut menuju pulau di Kecamatan Membalong, Belitung ini. Namun lamanya perjalanan akan terbayarkan dengan keramahan dan kehangatan para penduduk, hasil bahari yang berlimpah hingga beragam cerita dan kepercayaan setempat.

Dikenal sebagai kampung nelayan, menjadikan wisata ke Pulau Sumedang menjadi sesuatu yang baru. Ialah Ardi Pradhana dan Aditya Saputra, pemilik On Dip Water Tour n Travel yang mempunyai mimpi besar, lalu mulai merintis dan mempromosikan wisata di pulau tersebut. Di laman media sosial seperti Instagram di sumedang_island_official hingga diakun youtube, keduanya kerap mengunggah daya tarik Pulau Sumedang yang memang potensial sebagai destinasi kunjungan turis.

"Harapan besarnya ketika pariwisata ada, maka ekonomi masyarakat juga meningkat. Sehingga mereka juga memiliki pemasukan lain, di luar pekerjaan sebagai nelayan," kata Ardi saat ditemui posbelitung.co, Rabu (26/6/2020).

Karang-karang di pinggir pantai Pulau Sumedang.
Karang-karang di pinggir pantai Pulau Sumedang. (IST/Dok On Dip Water Tour n Travel)

Mereka lalu menyusun paket perjalanan wisata dari mulai titik keberangkatan di Tanjungpandan. Tahu bahwa membutuhkan perjalanan cukup lama di laut, mereka menyiasati dengan merangkum sejarah dan cerita pulau-pulau yang akan dilalui selama perjalanan. Perjalanan ke sana pun akan disesuaikan dengan kondisi alam.

Perjalanan tiga hari dua malam di pulau yang mempunyai 150 kepala keluarga tersebut dijamin tak akan mengecewakan. Ketika tiba, wisatawan bisa beristirahat sejenak, lalu setelahnya diajak melihat-lihat kondisi sekitar pulau, mulai dari menjelajahi hutan hingga pesisir pantai. Lalu menyaksikan matahari terbenam hingga menikmati makan malam pinggir pantai.

Perjalanan menjelajahi keindahan alam Pulau Sumedang akan dilakukan hari berikutnya. Pagi hari, travelers bisa menyusuri karang-karang di sekitar. Meski tak jauh dari lepas pantai, namun saat air surut hewan-hewan laut bisa didapatkan. Ada sotong hingga kepiting serta ikan-ikan. Memancing juga bakal jadi aktivitas yang sayang dilewatkan.

Tak hanya ke Pulau Sumedang saja, nantinya wisatawan akan diajak ke Pulau Sumedang Kecil yang tak jauh dari pulau besarnya. Aktivitas memanggang ikan dan berenang sekitar pantai semakin seru hingga berasa seperti berada di private beach atau pantai pribadi. Kalau ingin memancing atau snorkeling juga bakal diajak menjelajahi karang-karang cantik dan melihat pesona bawah lautnya.

Pulau ini juga memiliki mercusuar yang persis dengan yang ada di Pulau Lengkuas. Menurut Ardi, mercusuar yang tingginya sekitar 68 meter ini dibangun 1882, serta dibangun sama dengan mercusuar yang ada di Pulau Lengkuas.

Karena baru dirintis, Pulau Sumedang memang masih awam dan masih memiliki kekurangan. Apalagi sebagai pulau berpenghuni, tak heran jika kondisinya tak sebersih destinasi yang telah banyak dikunjungi. Namun dari gerakan yang mereka lakukan, juga sembari mengedukasi masyarakat dan berbenah bersama mempersiapkan sebagai destinasi wisata.

"Tak hanya menjaga kebersihan, tapi juga menjaga kekayaan laut seperti karang. Makanya kamu mulai merintis ini, agar ke depan kreativitas masyarakat terus meningkat dan kesadaran menjaga alam terus dilakukan," sebut Ardi. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved