Breaking News:

JPU Tuntut Amel Denda Rp 6 Juta, Agenda Pembelaan Diundur Pukul 8 Malam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Beltim akhirnya membacakan tuntutan atas terdakwa Syarifah Amelia di persidangan tindak pidana pemilu

(posbelitung.co /dede s)
Syarifah Amelia memeluk putranya sebelum menjalani sidang di PN Tanjungpandan, Selasa (24/11/2020). 

POSBELITUNG.CO -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Beltim akhirnya membacakan tuntutan atas terdakwa Syarifah Amelia di persidangan tindak pidana pemilu di PN Tanjungpandan, Senin (30/11/2020).

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Himelda Sidabalok beranggotakan AA Niko Brahma Putra dan Rino Adrian Wigunadi itu, JPU menuntut terdakwa dengan ancaman denda sebesar Rp 6 juta.

JPU berpendapat bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana Pilkada di Beltim sesuai dakwaan tunggal, melanggar Pasal 187 ayat 2 juncto Pasal 69 huruf c Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubenur, Bupati dan Wali Kota menjadi Undang-Undang.

Kemudian, JPU meminta barang bukti berupa flasdisc berisikan video kampanye terdakwa berdurasi 33 detik dikembalikan kepada pelapor.

Baca juga:

=>Ini Alasan JPU Berikan Tuntutan Pidana Denda

=> Ini Tanggapan Kuasa Hukum Amel Terkait Tuntutan Denda Rp6 Juta

=> Ahli Linguistik Forensik Terdakwa Amel Berpendapat Ada Pihak yang Baper

=> Aksi Simpatik untuk Amel di Halaman PN Tanjungpandan Amel Hanya Ingin Pilkada Bersih

Dalam pertimbangan, JPU menilai hal yang memberatkan, terdakwa berbelit-belit saat memberikan keterangan sedangkan hak yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum.

Pasca mendengar pembacaan tuntutan, ketua tim penasehat hukum terdakwa Ali Nurdin meminta majelis menunda sidang sampai pukul 20.00 WIB untuk penyampaian pledoi.

"Karena tadi sidang tertunda hampir enam jam dari rencana pukul 10.00 WIB baru dimulai pukul 14.30 WIB, maka kami minta penundaan enam juga untuk mempersiapkan pledoi," ujar Ali di tengah persidangan.

Majelis hakim mengabulkan permintaan penasehat hukum dan menunda sidang sampai pukul 20.00 WIB. (posbelitung.co /dede s)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved