Breaking News:

Besok Majelis Hakim PN Tanjungpandan Jatuhkan Vonis Kepada Amel

Sidang tindak pidana pemilu atas terdakwa Syarifah Amelia di PN Tanjungpandan akan memasuki agenda akhir pada Rabu (2/12/2020).

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Khamelia
(posbelitung.co /dede s)
Syarifah Amelia memeluk putranya sebelum menjalani sidang di PN Tanjungpandan, Selasa (24/11/2020). 

POSBELITUNG.CO -- Sidang tindak pidana pemilu atas terdakwa Syarifah Amelia di PN Tanjungpandan akan memasuki agenda akhir pada Rabu (2/12/2020).

Majelis hakim yang diketuai Himelda Sidabalok beranggotakan AA Niko Brahma Putra dan Rino Adrian Wigunadi akan menyampaikan putusan tepat pada sidang hari ketujuh.

"Iya besok agendanya putusan majelis hakim yang dijadwalkan pukul 15.30 WIB. Kalau pengamanan sudah dikoordinasikan semuanya," ujar Juru Bicara PN Tanjungpandan Rino Adrian Wigunadi kepada posbelitung.co, Selasa (1/12/2020).

Sebelumnya terdakwa yang akrab disapa Amel itu diduga melakukan perbuatan fitnah, menghasut dan adu domba atas pernyataannya dalam kegiatan kampanye dialogis di Desa Simpang Renggiang, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Beltim tanggal 14 Oktober 2020 lalu.

Selaku ketua tim relawan salah satu paslon, Amel sempat melontarkan perkataan kalau Pilkada Belitung Timur bersih maka yang menang, dijawab satu oleh peserta kampanye.

Akhirnya pada tanggal 30 Oktober 2020, wanita berusia 30 tahun itu dilaporkan oleh Rudi Juni Wira ke Bawaslu Beltim dan perkaranya dilanjutkan oleh Sentra Gakkumdu sampai ke meja hijau.

Pada sidang pertama Selasa (24/11/2020) pekan lalu, Amel didakwa JPU Kejari Beltim melanggar Pasal 187 ayat 2 juncto Pasal 69 huruf c Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 Tentabg Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang.

Terdakwa dan tim kuasa hukumnya mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut dan ditanggapi kembali oleh JPU.

Sidang berlanjut hari kedua dengan agenda putusan sela dari majelis hakim yang menolak eksepsi terdakwa dan tim kuasa hukumnya, pada Rabu (25/11/2020).

Sidang pun berlanjut dengan agenda pembuktian JPU yang menghadirkan sembilan saksi dan tiga ahli hingga larut malam.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved