Breaking News:

Advertorial

Majukan Wisata Daerah, Disbudpar Belitung Timur Gelar Pelatihan Tata Kelola Desa Wisata

DALAM upaya memajukan pembangunan sektor pariwisata di Belitung Timur, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur

Majukan Wisata Daerah, Disbudpar Belitung Timur Gelar Pelatihan Tata Kelola Desa Wisata - belitunb0112.jpg
Istimewa/Dok Disbudpar Beltim
SIMULASI LAPANGAN - Para peserta pelatihan tata kelola desa wisata Desa Baru mengikuti simulasi lapangan di Pantai Menara.
Majukan Wisata Daerah, Disbudpar Belitung Timur Gelar Pelatihan Tata Kelola Desa Wisata - belitung-0112.jpg
Istimewa/Dok Disbudpar Beltim
PELATIHAN tata kelola desa wisata Desa Buku Limau di Guest Hotel.

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur menyelenggarakan pelatihan tata kelola desa wisata Belitung Timur selama 12 hari di dua desa.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya memajukan pembangunan sektor pariwisata di Belitung Timur

Pelatihan ini berlangsung dari tanggal  16-21 November 2020 di Desa Baru dan 23-28 November 2020 di Desa Bukulimau.

Pelatihan diikuti 40 peserta yang terbagi menjadi dua kelompok dari Desa Baru dan Desa Buku Bukulimau, Kecamatan Manggar.

Terdiri dari aparatur pemerintahan desa, UMKM, BUMDes, Karang Taruna, Pokdarwis, tokoh budaya,masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, pelaku usaha pariwisata (kuliner, homestay, perajin, oleh-oleh, tranportasi, dan pelaku seni budaya), serta PKK. Jalannya pelatihan juga didampingi oleh Grace Waty (Penggerak Swadaya Desa Belitung Timur).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang berkompeten pada pembangunan SDM dan potensi wisata berbasis komunitas, di antaranya Budi Setiawan dan Ade Aprilian Saputra. Penyampaian materi meliputi pengumpulan data/observasi lapangan, pembahasan potensi dan hambatan, pematangan manajemen desa wisata dan action plan (rencana aksi).

Kabid Destinasi Wisata dan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur Widiyanto mengatakan, pengembangan desa wisata membutuhkan identifikasi potensi wisata serta integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung, yang disajikan dalam sebuah struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.

“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran pada peserta, bagaimana proses pengembangan potensi wisata di suatu desa agar dapat dikemas menarik, unik, dan menyenangkan bagi wisatawan,” jelas pria yang akrab disapa Widi ini, Senin (30/11).

Menurutnya, pengembangan destinasi di desa-desa yang memiliki potensi wisata untuk menjadi desa wisata di Belitung Timur memerlukan kerja sama dan sinergisitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai sebagai bagian dari stakeholder, dan masyarakat lokal dalam menggali potensi wisata di desanya masing-masing.

“Pelatihan tata kelola desa wisata tersebut bertujuan untuk memfasilitasi seluruh pemangku kepentingan di desa-desa yang memiliki potensi wisata untuk menjadi destinasi wisata,” kata Widi.

Dengan adanya kontribusi pada pengembangan desa wisatanya masing-masing, diharapkan  akan berdampak positif pada pembangunan sektor pariwisata di Belitung Timur.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur Evi Nardi berharap, tata kelola destinasi di desa wisata ini diharapkan memberikan nilai tambah bagi pembangunan sektor pariwisata ke depan dan peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Belitung Timur.

“Melalui kegiatan ini, kami mencoba merangkul masyarakat dari seluruh elemen. Untuk itu, perlu adanya sinergitas dan kolaborasi antar OPD. Apabila hal ini secara masif dilakukan, maka geliat wisata akan terlihat dan menyadarkan SDM akan peran dan tugas mereka berkenaan dengan potensi wisata yang ada di desa masing-masing,” jelas Evi. (advertorial/lui)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved