Bawaslu Beltim Nilai KPU Sudah Maksimal Melaksanakan Tiga Kali Debat Publik

Dalam debat publik ketiga, menurut Epan, proses perbaikan secara bertahap dari semua pihak baik itu dari penyelenggaranya maupun pasangan calonnya.

Penulis: Suharli | Editor: Khamelia
Posbelitung.co/Suharli
Foto bersama Ketua KPU Belitung Timur, Rizal bersama Komisoner KPU Beltim, bersama Ketua KPU Provinsi Bangka Belitung, Dafitri serta tamu undangan lainnya, Senin (16/11/2020) pada debat publik kedua di gedung Auditorium Zahari MZ. 

POSBELITUNG.CO - Debat publik satu diantara metode kampanye yang difasilitasi oleh penyelenggara KPU. Hasil pengawasan Bawaslu Belitung Timur dua debat publik terakhir yang diselenggarakan oleh KPU Beltim lebih berkualitas dalam menyebar luaskan informasi program-program para pasangan calon Bupati dan wakil Bupati 2020 Belitung Timur kepada masyarakat pemilih.

"Kami bisa sampaikan hasil pengawasan langsung pencermatan Bawaslu Beltim, di dua debat terakhir yaitu debat kedua dan ketiga itu jauh lebih baik secara kualitas, dan upaya terukur terkait penyebar tahuan informasi ataupun hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan debat publik itu sebagai wujud keseriusan penyelenggara KPU untuk memberi akses ke publik mendapat informasi yang memadai dan untuh." ujar Ketua Bawaslu Belitung Timur, Wahyu Epan Yudhistira kepada posbelitung.co, Rabu (3/12/2020).

Dalam debat publik ketiga, menurut Epan, proses perbaikan secara bertahap dari semua pihak baik itu dari penyelenggaranya maupun pasangan calonnya.

Secara keseluruhan, menurut Epan selayaknya kegiatan atau aktifitas puncak pada debat publik Rabu (2/12) lalu sedikit banyaknya mampu menjawab beberapa hal yang pada debat pertama dan kedua belum tersampaikan oleh para pasangan calon.

Adanya batas pelaksanaan debat publik sebanyak tiga kali secara aturan KPU, Bawaslu merasa KPU Timur sudah melaksanakan ini secara maksimal.

"Dari sisi kuantitas kegiatan. (sepengawasan) Bawaslu Beltim selama tidak bertentangan dengan aturan yang ada, kedua tidak berlebihan, dan cukup tepat di tengah masa pandemi yang memang idealnya meminimalisir kontak langsung ataupun tatap muka langsung. Artinya debat publik memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, itu juga menjadi solusi jawaban dari kondisi pandemi saat ini," ungkapnya. (Posbelitung.co/Suharli)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved