Breaking News:

Pilkada Belitung Timur

Golput Haram, MUI Belitung Timur Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih pada Pilkada Serentak 2020

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Belitung Timur mengajak seluruh masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020.

Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Sekretaris Umum MUI Beltim Eko Cahyo Heppy. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Belitung Timur mengajak seluruh masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Serentak 9 Desember 2020.

Kepada Posbelitung.co, Sabtu (5/12/2020), Sekretaris Umum MUI Beltim Eko Cahyo Heppy menegaskan bahwa pada Ijtimak Ulama di Padang tahun 2014 mengeluarkan fatwa bahwa golput adalah haram.

MUI berpendapat memilih pemimpin adalah urusan orang mukmin, yang tidak peduli berarti bukan umat Nabi Muhammad.

Ia mengatakan menggunakan hak pilih merupakan bagian dari ikhtiar memperbaiki bangsa.

Tugas seorang Muslim hanya berusaha, tidak ada pemimpin yang ideal. Namun, dia menegaskan dua pasangan calon yang berkontestasi di Pilkada Beltim saat ini adalah orang baik.

"Kita lihat calonnya sama-sama Muslim. Sama-sama warga negara Indonesia. Sama-sama orang baik. Meskipun tidak sepenuhnya mengikuti sifat-sifat nabi, seperti shiddiq (benar), amanah (tepercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathonah (cerdas) tetapi inilah yang ada. Kita tidak boleh karena tidak ideal sesuai keinginan kita lalu meninggalkan Pilkada dan memilih golput," tegas Eko.

MUI, lanjutnya, sebenarnya mengeluarkan fatwa bahwa memilih pemimpin itu wajib. Namun, yang tidak menggunakan hak pilih padahal memenuhi syarat alias golput itu adalah haram.

Jikapun masyarakat belum diberikan ketetapan hati untuk memilih, ia mengatakan bisa memanfaatkan masa tenang yang dimulai besok Minggu (6/13/2020) sebagai media untuk melakukan kontemplasi, muhasabah, berdoa, dan bermunajat kepada Allah SWT agar mampu memilih pemimpin yang terbaik dari pilihan yang ada.

"Dengan begitu masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan tenang, senang, dan pertimbangan yang jernih dan rasional. Diharapkan nanti hasilnya terpilih pemimpin yang jujur, beriman, bertaqwa, aspiratif dalam melayani masyarakat, dan mampu mengemban tugas negara dengan penuh dedikasi, amanah, dan tanggung jawab," ungkap Eko.

Ia juga mengharapkan pada penyelenggara Pilkada agar bersikap profesional, independen, transparan, dan akuntabel sehingga menghasilkan Pilkada yang demokratis, berkualitas, dan bermartabat.

Kemudian, Eko juga menyampaikan kepada masyarakat berbeda pilihan itu hal biasa. Jangan sampai berbeda pilihan membuat hubungan silaturahmi terputus. Ia ingin saat keluar dari bilik TPS semua sudah kembali seperti semula, tak ada perselisihan atau kubu-kubuan.

"Ajakan Pilkada damai dan tetap menjaga silaturahmi ini juga terpampang di baliho depan Kantor Sekretariat MUI Beltim di Jalan Sudirman Desa Baru, artinya MUI Beltim sangat mengharapkan Pplkada yang damai dan tidak merusak silaturahmi," pesan Eko. ( Posbelitung.co / BryanBimantoro )

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved